Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Mungkin telah banyak artikel seputar Cooperative Learning ini, namun mempelajari/membahas dalam rangka berbagi sesuatu yang membawa manfaat saya rasa tidak pernah basi.

Pada hakikatnya proses pembelajaran adalah mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar.  Arah pembelajaran seharusnya terfokus pada belajar seperti: learning how to learn, learning how to do, learning to live together, dan learning to be (a good citizen). Semua pembelajaran tersebut di atas dapat dibelajarkan melalui semua jenis mata pelajaran dengan menggunakan model cooperative learning atau pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif yang sebenarnya bukan hal baru ini dikembangkan dari pemikiran nilai-nilai demokrasi, belajar aktif, perilaku kerjasama dan menghargai pluralisme dalam masyarakat yang multikultural.

Arends (1989) mengemukakan bahwa setidaknya terdapat tiga tujuan utama dari pembelajaran kooperatif, yaitu:

  • peningkatan prestasi akademis
  • hubungan sosial
  • keterampilan bekerjasama dalam memecahkan permasalahan.

1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif merupakan gabungan teknik instruksional dan filsafat mengajar yang mengembangkan kerjasama antar peserta didik untuk memaksimalkan pembelajaran peserta didik sendiri dan belajar dari temannya. (Killen, 1998). Ada dua komponen penting dalam pembelajaran kooperatif yaitu

  • a co-poperative task” yaitu bekerja sama dalam kelompok atas dasar tugas (which is a feature of most group work)
  • a co-operative incentive structure” yaitu bekerja sama atas dasar latar belajar peserta didik (which is unique to co-operative learning).

Pembelajaran kooperatif bukanlah suatu konsep yang baru. Selama ini, para guru sering menggunakan strategi kerja kelompok dalam pembelajarannya. Namun, pada strategi pembelajaran ini pembagian kelompok peserta didik masih kurang heterogen, tidak memperhatikan tingkat kepandaian, atau latar belakang peserta didik.  Untuk memahami pengertian pembelajaran kooperatif sebaiknya kita membedakannya dengan pembelajaran secara kelompok. Cooperative learning adalah suatu strategi belajar-mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Cooperative learning ini juga memandang bahwa keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru, melainkan bisa juga dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran itu, yaitu teman sebaya. Jadi keberhasilan belajar dalam pendekatan ini bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu secara utuh, melainkan perolehan itu akan baik bila dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok kecil yang terstruktur dengan baik.

2. Hakikat Pembelajaran Kooperatif

Berdasarkan prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh Kagan dan Slavin, hakikat pembelajaran kooperatif adalah adanya keterlibatan seluruh peserta didik dalam suatu kelompok yang terstruktur. Struktur kelompok tersebut meliputi struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur penghargaan (reward).

Struktur tugas mengacu kepada organisasi kerja dalam kelompok yang tercermin salah satunya dari pembagian kerja (peran dan tanggung jawab anggota kelompok). Struktur tujuan mengacu kepada orientasi kelompok dalam mencapai tujuan (yaitu pretasi dan keberhasilan kelompok). Struktur ini dapat terlihat dari adanya saling ketergantungan dan kontribusi serta partisipasi yang merata. Mencapai tujuan merupakan semangat peserta didik untuk bekerjasama. Struktur Penghargaan mengacu pada prestasi kelompok sebagai prestasi setiap anggota kelompok, prestasi kelompok merupakan keberhasilan bersama anggota kelompok, bukan ditentukan oleh anggota tertentu.

Dalam penerapan pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling berinteraksi dan bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Agar peserta didik dapat memahami pentingnya pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kompetensi dan kecakapan hidup, penekanan berikut perlu diinformasikan kepada peserta didik:

  • Peserta didik dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa  mereka “sepenanggungan bersama”.
  • Peserta didik bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri.
  • Peserta didik harus melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
  • Peserta didik harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya .
  • Peserta didik akan dievaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.
  • Peserta didik berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.
  • Peserta didik diminta pertanggungjawabannya secara individu materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

3. Karakteristik Pendekatan Pembelajaran Kooperatif

Beberapa karakteristik pendekatan Cooperative Learning, antara lain:

  • Akuntabilitas individu, yaitu, bahwa setiap individu di dalam kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok, sehingga keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh tanggung jawab setiap anggota.
  • Keterampilan sosial, meliputi seluruh kehidupan sosial, kepekaan sosial dan mendidik peserta didik untuk menumbuhkan pengekangan diri dan pengarahan diri demi kepentingan kelompok. Keterampilan ini mengajarkan peserta didik untuk belajar memberi dan menerima, mengambil dan menerima tanggung jawab, menghormati hak orang lain dan membentuk kesadaran sosial.
  • Kesalingtergantungan secara positif, adalah sifat yang menunjukkan saling ketergantungan satu terhadap yang lain di dalam kelompok secara positif. Keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh peran serta setiap anggota kelompok, karena setiap anggota kelompok dianggap memiliki kontribusi. Jadi peserta didik berkolaborasi bukan berkompetensi.
  • Proses bekerja dalam kelompok, proses perolehan jawaban permasalahan dikerjakan oleh kelompok secara bersama-sama.

Untuk menciptakan kebersamaandalam belajar, guru harus merancang program pembelajarannya dengan mempertimbangkan aspek kebersamaan peserta didik, sehingga mampu mengkondisikan dan memformulasikan kegiatan belajar peserta didik dalam interaksi  yang aktif interaktif dalam suasana kebersamaan. Kebersamaan ini bukan saja di dalam kelas, tetapi juga di luar lingkungan kelas.

1. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Pada awal pengembangannya, pembelajaran kooperatif dimaksudkan untuk mengembangkan nilai-nilai demokrasi, aktivitas peserta didik, perilaku kooperatif dan menghargai pluralisme. Akan tetapi sebenarnya aspek akademis juga masuk di dalamnya walaupun tidak tersirat. Arends (1989) menyatakan setidaknya terdapat tiga tujuan yang dapat dicapai dari pembelajaran kooperatif, yaitu:

  • peningkatan kinerja prestasi akademik_ yaitu membantu peserta didik memahami konsep-konsep yang sulit. Dengan strategi kooperatif diharapkan terjadi interaksi antarpeserta didik untuk saling memberi pengetahuannya dalam memecahkan suatu masalah yang disajikan guru sehingga semua peserta didik akan lebih mudah memahami berbagai konsep.
  • penerimaan terhadap keragaman (suku, sosial, budaya, kemampuan, dsb)_ yaitu membuat suasana penerimaan terhadap sesama peserta didik yang berbeda latar belakang misalnya suku, sosial, budaya, dan kemampuan. Hal ini memberi kesempatan yang sama kepada semua peserta didik terlepas dari latar belakang serta menciptakan kondisi untuk bekerjasama dan saling ketergantungan yang positif satu sama lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  • keterampilan bekerja sama atau kolaborasi dalam pemecahan masalah_ yaitu mengajarkan keterampilan bekerja sama atau kolaborasi dalam memecahkan permasalahan. Keterampilan ini sangat penting bagi peserta didik sebagai bekal untuk hidup bermasyarakat. Selain itu, para peserta didik belajar untuk saling menghargai satu sama lain.

2. Sintaks atau Tahap-Tahap pada Pembelajaran Kooperatif

Berdasarkan kajian terhadap tipe-tipe pembelajaran kooperatif, Arends (1989) mengidentifikasi sintaks umum dalam pembelajaran kooperatif. Umumnya, terdapat  enam fase atau tahapan pembelajaran dalam pembelajaran koperatif sebagai berikut:

  • Menyediakan obyek dan perangkat _ Guru mengemukakan tujuan, memotivasi peserta didik untuk belajar, menyediakan obyek dan membuat perangkat pembelajaran.
  • Menghadirkan/menyajikan informasi _ Guru menghadirkan/menyajikan informasi untuk peserta didik baik secara presentasi verbal ataupun dengan tulisan.
  • Mengorganisasi peserta didik dalam belajar kelompok _ Guru menjelaskan pada peserta didik bagaimana membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
  • Membimbing bekerja dan belajar _ Guru mengemukakan tujuan, memotivasi peserta didik untuk belajar, menyediakan obyek dan membuat perangkat pembelajaran.
  • Evaluasi _ Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok menyajikan hasil kerjanya.
  • Mengenali prestasi _ Guru mencari cara untuk mengenali baik usaha, dan prestasi individu juga kelompoknya dan memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu.

Contoh implementasi dari model pembelajaran kooperatif ini akan saya bahas pada kesempatan lain.

Rujukan: BBM ‘BERMUTU’ 2010

62 Tanggapan

  1. tapi di lapangan metode belajar koperatif masih jarang digunakan
    cz biasanya kalo ngajar cuma diberi penjelasan+soal trus ditinggal tuh murid

    • Justru karena itulah mengapa tulisan ini saya terbitkan, Pak.
      Sy kira kasus yang seperti yang panjngan tulis lebih bersifat kasuistis dan perorangan, jangan digeneralisir. Masih banyak kok guru yang baik.

  2. seoga makin bermutu ya gurunya anak didiknya dan hasilnya.
    pokoknya support terus pak meski hanya lewat komentar🙂

  3. pagi sobat
    kunjungan perdana n salam kenal ya
    terima kasih

  4. jadi intinya sekarang sudah ada pengembangan dari belajar kelompok menjadi belajar kooperatif💡 malah kalo di lihat dari pemahamannya makin bagus mutu yang di dapat, tapi semua masih memerlukan dukungan dari orang tua juga😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • Teorinya memang bagus, Mas. Tetapi implementasinya memang masih perlu perjuangan ekstra keras.
      Panjengan 100% bener bhw. Sekolah bukan apa2 tanpa dukungan penuh dari pihak orangtua siswa.

  5. saya mampir kesini lagi pak😀

    salam🙂

  6. selamat pagi pak…saya siap belajar dg pak mursyid disini..hheheheh

  7. Terkadang pada saat pelaksanaan sedikit ada ganjalan yach Kang…sekolah hanya sebuah sarana menuju sukses…namun kepedulian anak dan orang tua terhadap tujuan bersekolah adalah yang utama, buat apa mereka sekolah ? untuk apa mereka sekolah? sukses selalu kang

    • Iya, Mas. Memang segala sesuatu yang di dunia ini tidak ada yang sempurna.
      Di daerah tertentu kesadaran orang tua siswa untuk lebih peduli terhadap pendidikan anaknya memang kurang. Kebanyakan mereka setelah anak2nya disekolahkan tanggung jawab sepenuhnya dipasrahkan pada sekolah, padahal waktu siswa di sekolah dan di rumah banyakan di rumah.
      Bagaimanapun juga guru memang memegang peranan yang sangat strategis terhadap keberhasilan peserta didiknya, namun tetap saja itu tidak cukup tanpa dukungan orang tua dan masyarakat.

  8. mantaps dan lengkap infonya….🙂

  9. ya pak guru, jadi ingat dg CBSA, Apakah metode köoperatif sudah diterapkan di sekolah menengah ataukah sebatas perguruan tinggi saja..?

  10. semoga guru yang bersangkutan menemukan artikel ini

    biar lebih maju kedepan.

    salam martha cell

  11. Sepenanggungan itu yang susah Pak, karena biasanya sekarang sudah saling berkompetisi.

  12. selalu mendapat tambahan ilmu di sini
    kali ini tentang pembelajaran kooperatif
    menarik untuk dikaji
    thanks telah berbagi
    salam sukses…

    sedj

  13. Metode ini perlu disosialisasikan terus untuk pengembangan pendidikan yang lebih interaktif antara siswa dan guru.

  14. ckckck….alut buat pak Guru, Salam kenal pak.

  15. Lha dalah,…. Pekalongan to,… Salam kenal lagi Pak, salut lagi…….

  16. Batang Pak Mursyid, Maaf menggaggu Bapak dengan komentar saya. kalo bapak ingin tahu tentang saya, silahkan kunjungi blog saya. Ndak enak ngobrol di kotak koment bapak. Maaf pak Guru Ya,….Nuwun.

  17. Salam kenal

  18. ini materi pelajaran apa sih pak mursyid??? saya kok baru baca ya….

  19. wah, berat sekali artikelnya pak….

  20. pembelajaran ini yang penting untuk anak kawand

  21. pembelajaran penting buat si anak

  22. Didikan kepada si anak juga akan mempengaruhi perkembangan si anak

  23. berkunjung pagi mencari info baru sob

  24. Saya tunggu contohnya … terima kasih sebelumnya.

  25. Assalaamu’alaikum

    Belajar secara kumpulan akan lebih membawa manfaat yang besar dalam pemahaman sesuatu pelajaran. Ia akan memudahkan pencernaan idea pelbagai sumber dan mempercepatkan proses penghasilan yang berguna.

    Selain membina hubungan secara interpersonal, pembelajaran kooperatif juga mendidik peserta didik untuk yakin dan mempercayai orang lain dalam mencapai objektif yang telah dirancang.

    Semoga selalu sukses dalam pengajarannya, Pak MMursyid. Guru sebenar guru: ke sekolah tidak jemu , mengajar tidak lesu.

    Salam persahabatan keguruan dari Sarawak.😀

  26. sepertinya pembelajaran koperatif seperti ini masih kurang penerapannya di negeri kita deh … soalny masih banyak tenaga pengajar yang memakai falsafah satu arah … uh …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

  27. That’s wonderful, just keep it up…

  28. It’s the very thing i want to catch. Thanks!,。

  29. makasih sdh mampir ke blog saya. slm kenal.
    artikel2 dsini ttg pendidikan dan pembelajaran semua ya, wow!

  30. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) sangat tepat diguakan hampir pada semua mata pelajaran.
    Terima kasih informasinya pak

  31. Blogwalking here. happy Sunday and have a fun.

  32. Read article here and visit on your blog. Hope I get a new information here. Happy blogwalking

  33. bos piye ko ora tahu tampil

  34. tapi kenapa ya pak, msih bnyak jg guru yg tetap mengandalkan metode ceramah?

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: