Jurnal Belajar (Learning Journal) Sebagai Salah Satu Upaya Meningkatkan Hasil Belajar

Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, selama ini guru diminta mengimplementasikan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Salah satu yang belum banyak disinggung yang sebenarnya juga sangat penting adalah pemanfaatan Jurnal Belajar. Padahal jurnal belajar sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebiasaan peserta didik dalam menulis. Selain itu, jurnal belajar bermanfaat untuk merefleksikan hasil belajar, menyusun suatu alur pikir secara tertulis, yang bagi guru dapat menjadi acuan dalam menilai berhasil tidaknya peserta didik mempelajari materi yang disampaikan.

Tidak jarang guru di sekolah kita yang hanya mengajar dari ilmu yang didapat semasa kuliah (yang kadang sudah kadaluarsa). Jika ditanya, mengapa tidak membaca sumber-sumber yang lebih up to date (terkini, mutakhir), guru tersebut menjawab begini saja tidak masalah atau tidak menguasai bahasa Inggris atau berbagai alasan lain. Pada hal guru sebagai agen pembaharuan, dituntut untuk membaca artikel-artikel keilmuan bermutu , terampil mengakses sumber informasi lewat internet secara berkesinambungan serta mengkaji atau mengujinya untuk menjawab permasalahan-permasalahan pembelajaran di sekolah.

Pengertian Jurnal Belajar (Learning Journal)

Jurnal belajar, sebagai istilah yang diterjemahkan dari learning journal yakni merupakan dokumen yang secara terus-menerus bertambah dan berkembang. Biasanya ditulis oleh pembelajar, sebagai rekaman terhadap perkembangan materi yang sedang dipelajari. Sebenarnya, bisa saja terdapat beberapa jurnal sesuai dengan mata pelajaran yang diikuti atau bahkan ada jurnal yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari. Sekarang ini yang banyak berkembang adalah jurnal belajar secara online, di mana peserta dididk dapat melakukan dialog (seperti dalam bentuk forum), bahkan peserta didik dari sekolah lain pun boleh ikut bergabung.

Jurnal belajar adalah wadah yang memuat hasil refleksi dalam bidang pembelajaran yang diperuntukan bagi peserta didik. Guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah dapat membacanya sebagai bahan masukan untuk melihat kemampuan peserta didik dalam bidang yang dipelajarinya. Peserta didik mengisinya dengan hasil bacaan, hasil diskusi, refleksi terhadap temuan dalam pembelajaran, hasil pengamatan, hasil abstraksi atau apa saja yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah. Bila perlu bukan hanya peserta didik yang mempunyai karya yang berkualitas dapat mengisinya. Akan tetapi kesempatan diberikan kepada semua peserta didik, walaupun menurut guru apa yang dituliskan peserta didik itu pada awalnya hanya cerita yang kelihatannya kurang bermakna bagi guru. Jurnal belajar tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademis semata akan tetapi diharapkan melalui kebiasaan menuliskan pengalaman belajar, peserta didik tersebut terbiasa mengekspresikan perasaan, pemikiran ataupun harapannya tentang pembelajaran yang diberikan guru. Jadi lebih dekat sebagai alat untuk komunikasi dan diseminasi informasi, temuan, pemikiran, hasil pengamatan tentang pembelajaran. Setiap peserta didik dapat mengisi jurnal belajar, meskipun belum mampu menulis dengan kriteria ilmiah. Isi dari Jurnal belajar tidak harus dalam bentuk artikel hasil penelitian, hasil telaahan yang memenuhi kriteria ilmiah. Akan tetapi dapat berupa kalimat-kalimat sederhana, entah itu penyelesaian soal mata pelajaran tertentu atau bahkan hanya ungkapan bahwa peserta didik itu senang belajar hari itu karena guru memberi kesempatan ke luar kelas untuk mengamati tanaman di sekitar sekolah.

Jurnal belajar bukan ringkasan materi pembelajaran, tetapi lebih fokus pada refleksi peserta didik terhadap apa yang telah dibaca atau yang sedang  dipelajari, juga bukan merupakan katalog belajar, karena dalam katalog belajar biasanya ditulis waktu dan  tanggal mengajar atau dipelajari. Suatu katalog merupakan rekaman peristiwa, akan tetapi jurnal belajar merupakan rekaman refleksi dan hasil pengamatan dan pemikiran peserta didik.

Jurnal belajar tidak sama dengan karya tulis ilmiah yang disusun mengikuti kriteria atau persyaratan tata tulis dan bahasa yang digunakan. Jurnal belajar pada umumnya  ditulis sebagai apresiasi terhadap pembelajaran. Komentar peserta didik terhadap pembelajaran. Komentar tersebut bisa jadi karena tertarik, ada masalah karena kurang mengerti sampai dengan adanya temuan baru dari peserta didik itu sendiri, yang mungkin berbeda dengan yang diajarkan gurunya. Jurnal belajar tidak sama dengan buku harian, yang boleh diisi “suka-suka”  oleh pemiliknya. Namun ada kemiripan dengan diary atau buku harian tersebut, jurnal belajar diisi peserta didik pada waktu yang disediakan oleh guru dan hanya berkaitan dengan pembelajaran di sekolah, tidak diisi dengan masalah kucingnya yang sedang melakhirkan di bawah tempat tidur.

Tujuan dan Manfaat Jurnal Belajar

Tujuan menulis jurnal belajar adalah untuk mengkomunikasikan: pengalaman belajar, materi yang telah dipahami, materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasannya, usaha atau cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi sampai dengan hasil /upaya pengayaan yang dilakukan oleh peserta didik tersebut terhadap materi pembelajaran. Jurnal belajar di tingkat yang lebih tinggi, SMP ke atas, jurnal belajar ada kemungkinan diisi dengan gagasan, pemikiran atau hasil kajian teoritis  oleh peserta didik baik individu maupun kelompok. Satu hal yang penting diperhatikan oleh guru ketika peserta didik menulis jurnal adalah jangan sampai ada peserta didik mencontoh yang ditulis oleh temannya, yang dilakukan hanya karena memenuhi permintaan guru, tanpa tahu maknanya untuk apa.

Jurnal belajar diharapkan menjadi wadah dalam pengembangan kualitas pendidikan, khususnya di bidang pembelajaran. Pendidik dan tenaga kependididkan diharapkan berpartisipasi untuk mengisi dan memperbarui materi keilmuan yang diajarkan dan cara-cara mengajarkannya. Bahkan guru pemula dapat menjadikan jurnal tersebut sebagai rujukan pemutakhiran metode pembelajaran dan materi yang diajarkan. Peserta didik yang berada di kota besar, sekarang ini sudah  dengan mudah dapat mengakses pengetahuan melalui internet, yang kemungkinan membuat pendidik dan tenaga kependidikan semakin tertinggal, apabila gurunya hanya mengandalkan sumber belajar yang konvensional. Selain itu, meningkatkan minat baca dan menulis bukan hanya kewajiban bagi peserta didik, akan tetapi merupakan kewajiban bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Proses pembelajaran di sekolah tidak akan dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kalau guru-gurunya tidak  terbiasa membaca. Pendidik dan tenaga kependidikan tidak mungkin dapat menulis karya tulis ilmiah atau artikel populer yang baik tanpa banyak membaca. Menulis dan membaca adalah pintu gerbang utama mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulisan jurnal belajar peserta didik dimaksudkan untuk pengembangan keterampilan dan pembiasaan mengekspresikan hasil refleksi peserta didik terhadap pembelajaran. Komentar peserta didik tentang isi, metode, sikap guru, pemahaman terhadap materi maupun bagian yang tidak dimengerti. Selain itu, peserta didik dapat menuliskan ketertarikan, hasil belajar dari sumber lain, hasil penelitian atau “eksperimen” yang dilakukan baik individu maupun kelompok. Membantu peserta didik terbiasa menulis di jurnal belajar, terbiasa memanfaatkan jurnal belajar sebagai media komunikasi untuk guru maupun rekan-rekannya. Jurnal belajar yang ditulis oleh peserta didik dapat berdasarkan pengalaman belajar, hasil kajian atau penelitian atau data yang diperoleh peserta didik tersebut baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Penggunaan jurnal belajar diharapkan tidak bisa lepas dari membangun budaya, kebiasaan-kebiasaan menulis untuk mengisi secara terus-menerus khazanah keilmuan dalam bidang pembelajaran.

Jurnal  belajar diprediksi memberikan kontribusi positif dalam pengembangan disiplin akademik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pengelolaan atau penggunaan jurnal belajar peserta didik pada pendidikan dasar  menghadapi problematika tersendiri. Akan tetapi, jika diberdayakan dan dimanfaatkan dengan baik niscaya akan memberikan hasil yang luar biasa terutama dalam pembiasaan menulis secara efektif. Guru-guru di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama harus berpengalaman dalam menggunakan jurnal belajar sebagai sarana dalam membelajarkan peserta didik.

Keuntungan Jurnal Belajar

Yang paling diuntungkan kalau Jurnal belajar diterbitkan tentu peserta didik. Kenyataan menunjukkan, bahwa jika peserta didik memelihara rekaman tentang apa yang diajarkan dan bagaimana materi itu diajarkan, ini merupakan penunjang untuk tetap mengingatnya di dalam kepala, ada pepatah orang tua yang mengatakan sebenarnya peserta didik belum tahu apa-apa sampai peserta didik tersebut dapat menuliskannya” dan beberapa hasil penelitian telah membukti bahwa ungkapan tersebut benar. Mengatakan apa yang telah diajarkan, peserta didik dapat menelusuri apa saja kemajuan yang telah didapatkan atau dilakukan.

Isi Jurnal belajar dapat meliputi:

  • Butir-butir yang ditemukan, khususnya materi yang menarik dari yang dibaca peserta didik dan tertarik untuk ditindaklanjuti lebih detail;
  • Pertanyaan yang muncul di benak peserta didik yang berkaitan dengan materi yang dibaca pada topik tertentu (bahan ajar);
  • Catatan tersebut dapat diambil dari materi lain yang dibaca, yang dikutip dari buku atau materi  yang berkaitan, seperti artikel dalam surat kabar;
  • Catatan apa saja yang berkaitan dengan pokok bahasan, komentar peserta didik dalam bentuk satu atau dua kalimat terhadap pokok bahasan artikel yang ditemukan/dibaca yang berkaitan dengan materi pengajaran;
  • Refleksi peserta didik terhadap materi dan kaitannya dengan kebutuhan peserta didik tersebut pada saat mengajar;
  • Bagaimana guru mengajarkan materi tersebut dan dikaitkan dengan apa yang diajarkan dengan cara yang berbeda;
  • Pemikiran peserta didik yang belum sepenuhnya terwujud tetapi peserta didik harus merumuskan kembali. Ini bisa meliputi perasaan peserta didik tentang materi dan perkembangan dan teori yang dikembangkan dalam pikiran peserta didik tersebut.

Artikel ini merupakan Ringkasan dari Bahan Pembelajaran Mandiri ‘Learning Journal’ kegiatan BERMUTU 2010. Semoga dapat menjadi bahan perenungan kita bersama untuk kemudian kita (para pendidik) implementasikan di lapangan.

72 Tanggapan

  1. Jurnal belajar merupakan salah satu bentuk aktivitas belajar individu yang mungkin tergolong relatif baru.
    Perlu dikembangkan dan dibiasakan bagi siapa pun yang ingin terus menjadi manusia pembelajar..

  2. Sahabat sejati..
    Dalam nuansa hari yang suci ini
    Dengan semangat hati yang bersih
    Sedjatee dan keluarga menyampaikan:
    Mohon maaf lahir dan batin
    Semoga sukses selalu

    Sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  3. Hebat… semoga dunia pendidikan di Indonesia bisa terus ditingkatakn.

  4. bagus juga metode jurnal belajar itu, semoga bisa bisa dikembangkan di sekolah2 di Indonesia….sehingga mutu lulusan kita menjadi lebih baik lg…

  5. mantab ulasan metodenya mas…saya hanya berprinsip : banyak membaca maka semakin mudah pula ssaat menulis menyampaikan inspirasi dan ide kreatifitas kita..

    salam adem ayem

  6. salam kenal pak, kunjungan pertama …

  7. dari pendidik yang selalu mengikuti perubahan
    akan melahirkan murid-murid kreatif yang positif..

  8. lebih banyak isu dunia pendidikan Pak, kami di pedalaman masih perlu banyak informasi PAIKEM dan penerapannya yang sesuai.

  9. Mantap…saya setuju dengan program jurnal ini namun ada hal yang belum terpikirkan selama ini…ketika kita mengajar hendaknya Motivasi dan tujuan dari Proses belajar itu penting ditanamkan, sy merasakan sendiri manfaatnya Bang…

    • O iya donk, Mas. Siswa harus tahu apa tujuan mereka mempelajari materi tertentu. Memang kadang para guru lupa menyampaikan tujuan pembelajaran ini pada siswa.

  10. nice idea, mas. lebih baik lagi kalau jurnal itu tidak hanya berisi tulisan, tapi juga gambar atau foto untuk mengapresiasi siswa yg tidak begitu pandai/suka menulis ..😉

    thumbs up!

  11. keren pak guru!
    sayangnya mungkin masih butuh pengenalan terutama buat yang di daeah pedalaman pak!!!
    kasian, pendidikan anak-anak mereka yang di pedalaman akan semakin jauh ketinggalan jika ide cemerlang ini tidak disosialisasikan.

    best regard, bangauputih

    • Justru dengan internet ini semoga saudara2 kita di pedalamanpun bisa mengaksesnya sehingga informasi terkini seputar apa saja dapat mereka peroleh dengan mudah.

  12. semoga sukses dengan jurnal belajarnya ya pak!

  13. metode ini sudah diterapkan disekolah-sekolah apa belum ya Pak?
    menurut saya sangat bermanfaat dan effekif, terutama untuk siswa, melatih mereka mandiri dan disiplin

  14. Oke, Pak.

  15. sukses pak!😀

  16. saya setuju, seharusnya tidak hanya para dosen yang biasanya punya jurnal. para pendidik pun harus membuatnya. nice share, akan saya sampaikan kepada para mahasiswa FKIP😀

  17. Tapi aku kadang alergi dengan apapun yang bernama journal karena journal biasanya berisi tumpukan halaman yang saking banyaknya sampai bisa dibuat tidur diatasnya😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  18. Semoga paraguru tetap semangat untuk kemajuan bangsa😀

  19. semakin mantap aja nih…

    salam!

  20. Terima kasih infomasi dan ilmunya. Saya akan mencobanya. Selama ini saya mencoba membangun kreatifitas menulis siswa dengan SASISAB (Satu Siswa Satu BLOG) dan SASISADE (Satu Siswa Satu Ide). Mengingat siswa kami berasal dari ekonomi menengah ke bawah, kami berjuang memberikan fasilitas internet gratis di perpustakaan sekolah.

    Alhamdulillah saya melihat hasil yang sangat menggembirakan. Sekolah saat ini terus menerus berjuang menambah komputer si perpustakaan sekolah sebagai upaya meningkatkan pelayanan pada siswa.

    Sekali lagi terima kasih ilmunya.

    • Hebat, Bu. Di sekolah saya yang lebih ndesa tentu belum bisa sampai sejauh itu. Untuk akses internet saja susahnya bukan main karena sebagian besar komputer siswa spesifikasinya terlalu rendah.
      Salam kreatif!

      • Apakah untuk membuat jurnal belajar, memerlukan intranet? Atau bisa digabung dengan WEB sekolah? Saya masih kurang paham.

        Kadang saya mencoba menulis hasil kegiatan di status fb, muncul komentar dari siswa. Memberi evaluasi kegiatan PBM di kelas. Bahkan seringkali siswa membantu mencari informasi terbaru.

        Mohon petunjuk. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

        • Perlu saya tegaskan bahwa Learning Journal Siswa merupakan refleksi terhadap proses pembelajaran yang baru saja dilakukan si siswa yang di buat secara perorangan dan sebaiknya ditulis segera setelah KBM mata pelajaran tertentu selesai (bisa juga sebelum guru menutup pelajaran, barang 5 menit siswa diberi kesempatan untuk membuat learning journal). Hasil learning journal siswa dikumpulkan oleh si guru sebagai masukan informasi berharga. Namun harus dapat dipastikan bahwa siswa membuatnya dengan penuh kejujuran. Setelah dibaca oleh guru bisa dikembalikan lagi kepada siswa.
          Himpunan learning jurnal siswa memang idealnya dipublikasikan setelah melalui proses editing tentunya.
          Setidaknya dengan learning journal siswa telah belajar mengekspresikan uneg2nya sebagai media belajar menulis. Dan guru dapat memperoleh informasi sahih dari setiap siswa perihal materi yang telah disajikan.
          O ya, yang perlu membuat learning journal bukan hanya siswa, melainkan siapa saja yang sedang belajar termasuk guru ketika mengikuti kegiatan pelatihan.

          • Terima kasih, saya sudah terbiasa menerapkannya dalam pembelajaran. Dari kegiatan ini bisa dipindahkan dalam catatan harian guru. Sehingga pada dasarnya setiap hari guru bisa menulis satu artikel.

            Sekarang saya menjadi paham.

            Sekali lagi terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan Bapak kepada saya. Amin.

  21. Mas Mursid, Jurnal Belajar ini bersifat mutlak? ditempat saya, jujur saya belum melihat guru yang memuatnya😦

    • Memang jurnal seperti yg sy tulis di atas relatif masih baru. Sebenarnya kami (guru) juga sudah membuat jurnal, tapi masih sebatas untuk mengetahui sampai sejauh mana materi pelajaran telah disampaikan.

  22. PAKEM,wah istilah baru yg saya kenal..numpang baca pak😀

  23. setiap kesini slalu menemukan ilmu dan wawasan baru …
    pakabdar pak guru?

    salam, ^_^

  24. Jurnal?mengingatku pada akuntansi…:mrgreen:

  25. kunjungan sore utk mencari ilmu kesini pak

  26. Assalamu’alaikum,

    …”sebenarnya peserta didik belum tahu apa-apa sampai peserta didik tersebut dapat menuliskannya” …

    Ini yang sering saya temukan, anak-anak tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, karena belum memahami betul apa yang dipelajari.

    Jurnal belajar ini sangat baik unutk dikembangkan, walau rasanya sulit pada awalnya. Dan saya mohon izin untuk mengcopy artikel ini.

    Terima kasih.

    Salam.

  27. manteb pak kebiasaan menulis harus diterapkan dikalangan anak didik karena dengan mencatat akan terekam semua nya. sepotong pena akan lebih bermanfaat dari ingatan yang kuat.
    kalo bisa ditambah lagi dengan mengajarkan mindmapping atau pemetaan pikiran pak bisa membuat siswa tambah kreatif😀

  28. suka dengan Tag-nya blog ini…

    tak ada cerita……

  29. Jadi semangat ni buat artikel untuk dimasukan ke dalam jurnal

  30. Ilmu baru, bisa dicoba diterapkan.

  31. dengan jurnal kita tahu pada hari tertentu kita belajar apa, mengerjakan apa dan bagaimana pekerjaan kita. dalam belajar juga begitu.

  32. wah ketinggalan info dari pak guru saya…
    pak bermutu itu apa hanya untuk sd dan smp.kok sma belum dengar ditempat saya

  33. jurnal ini membuat anak-anak kita lebih adaptatif thd teknologi. sekaligus bakal menempatkan mereka sbg penguasa teknologi, di era ke depan

  34. tulisanya membantu saya karna saya kebetulan DCT bermutu .ada format learning journal ga pak,masalahnya format macam macam.barangkali ada yang paling simpel.mksh

  35. sya masih krg jelas pak, mengenai apkah pembuatan jurnal tsb harus menggunakan internet?
    Sebab, susah jg klo di sekolah yg tdk punya ckup komputer…

  36. harus pakai internet ya pak utk menerapkan jurnal belajar tsb?

    • Gak harus pake internet kalau itu hanya sebatas utk kepentingan sendiri. Tetapi kalau hendak di-share dengan mengikuti penulisan jurnal ilmiah yg benar ya sebaiknya juga menggunakan internet.

  37. bsa tlong ksi tau cntoh format penulisan jurnalnya???

  38. Saya sudah dimaksudkan untuk posting tentang sesuatu seperti ini di halaman web saya dan anda memberi saya ide. Cheers..

  39. mengenai langkah langkah pelaksanaan jurnal tu seperti apa pak?

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: