Strategi Merespon Gangguan Saat Proses Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran  di kelas sering dijumpai berbagai macam gangguan yang disebabkan oleh perilaku menyimpang dari sebagian siswa. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu mengendalikan suasana belajar agar tetap kondusif. Perhatikan contoh kasus berikut ini:

Sebuah diskusi kelas sedang berlangsung. Seorang siswa dari salah satu kelompok diskusi malah menggambar sebuah gambar kartun cabul. Kemudian ia menyikut teman sebelahnya untuk memperlihatkan karyanya. Spontan si teman tersebut cekikikan lalu kemudian menyikut teman sebelahnya lagi untuk memperlihatkan gambar tersebut. Dan seterusnya hingga saat itu sang guru telah kehilangan perhatian satu kelompok  diskusi yang terdiri dari 5 siswa.

Kelvin Seifert dalam ‘EDUCATIONAL PSYCHOLOGY’ yang diterjemahkan oleh Yusuf Anas dalam bukunya ‘MANAJEMEN PEMBELAJARAN DAN INSTRUKSI PENDIDIKAN’ 2007 selain membahas teorinya Gagne dan Bruner juga menyebutkan bahwa Wolfgang mengidentifikasi tujuh strategi khusus yang bisa dilakukan para guru dalam merespon gangguan (misal dalam contoh kasus di atas):

Pengawasan Visual _ Guru bisa melihat sekilas (sebagai bagian dari pengawasan visual) ke arah si pelopor (yang menggambar) dan rangkaian peristiwa terkait dengan menunjukkan sikap tidak setuju tanpa harus mengganggu jalannya diskusi.

Pernyataan Bukan Perintah _ Terkadang para guru akan serta-merta menyatakan secara verbal peristiwa apa yang sedang terjadi. Guru mungkin mengatakan, “Saya mendengar, lho!” sambil menunjukkan sikap tidak setuju dengan hal tersebut.

Pertanyaan _ Guru juga mungkin bertanya, “Mengapa kamu menggambar dan tidak berpartisipasi dalam diskusi?” atau “Memangnya apa yang sedang kamu lakukan?” Sekilas yang terdengar seperti pertanyaan, akan tetapi siswa mengerti bahwa maksudnya adalah perintah untuk mengikuti diskusi dengan baik.

Pernyataan Perintah _ “Berhentilah main-main!”

Mencontohkan Perilaku yang Baik _ Guru bisa saja mengambil gambar tersebut dari tangan siswa dan menunjukkan siswa lain yang berperilaku dengan baik sebagai teladan.

Pujian dan Pengabaian _ Dari pada memberikan respon secara langsung terhadap perilaku yang mengganggu guru justru bisa mencoba mengabaikan gangguan tersebut, dan sebaliknya memuji atau memberikan penghargaan terhadap siswa lain yang berperilaku baik.

Intervensi Fisik dan Isolasi _ Jika sangat terpaksa, karena berbagai strategi tidak mempan, guru bisa melakukan interfensi dengan mengeluarkan siswa dari ruang kelas ke tempat lain agar tidak mengganggu siswa yang lain.

Beberapa alternatif strategi di atas saya yakin telah banyak dilakukan guru. Strategi mana yang sebaiknya dilakukan sangat bergantung pada keadaan saat terjadinya gangguan: sifat dasar siswa yang terlibat, harapan sekolah dan masyarakat sekitar terhadap disiplin, tingkat keseriusan dari sebuah gangguan dan frekuensinya, serta bagaimana guru memandang perannya sebagai seorang yang professional.

Entri ini sesungguhnya tidak lebih dari sekedar untuk memotivasi diri saya sendiri (syukur kalau yang lainpun ikut termotivasi) agar selalu ingat untuk tetap mau membaca buku-buku seputar manajemen pendidikan untuk menambah wawasan.

28 Tanggapan

  1. Tulisan yang sangat menarik sekali Pak….

  2. Terima kasih, Pak. Saya termotivasi.
    Salam kekerabatan.

  3. nice post
    thx 4 share

  4. tulisan ini jadi mengingatkan saya 12thn yg lalu waktu masih SMA dulu, hehehehe…
    tapi alhamdulillah ga ada perilaku yg menyimpang terlalu jauh, cuma ya suka ga konsen belajar krn temensebangku.
    info dan strategi yg bermanfaat pak Mursyid.

    salam, ^_^

  5. Mengajar dapat dipandang sebagai ilmu dan juga kiat (art).
    Mengatasi perilaku menyimpang di kelas tentunya diperlukan kombinasi keduanya, sehingga perlakuan guru terhadap siswa dapat menjadi lebih efektif.

  6. Terima kasih ilmunya pak…beberapa pernah diterapkan …beberapa lagi teknik baru bagi saya…. terima kasih telah menginformasikannya

  7. like this…
    semoga para guru membaca ini..😀

  8. wah, bisa kami terapkan dalam pembelajaran, artikel yang bagus pak .

  9. sangat bermanfaat
    walaupun saya bukan seorang guru
    tetapi tips ini bisa juga lho dipergunakan di tempat kerja lain
    walupun dengan pelaksanaan yang berbeda🙂

  10. Ikutan belajar bersama P. Mursyid, biar saya nambah strategi…

  11. Bagus pak, walau saya bukan guru taipi ini bisa jadi bahan referensi bagaimana menguasai kelas dengan berbagai macam peserta.

  12. Suatu pelajaran baru buat lia nih pak…
    Lia ditawarin jadi dosen tapi belum siap abis…
    Sepertinya buku itu bisa lia beli juga..
    kalo dlm bangku kuliah mungkin bukan gangguan 5 siswa lagi ya pak🙄

    terima kasih info yang berharga ini ya pak ^_^

    • abang kita ini ememang sellau memberikan info yg baik tuk kita lhi jeung |Delia
      salam dalam persahabatan

  13. mungkin peran orang tua juga diperLukan untuk mengarahkan priLaku anak-anak saat berada di sekoLah atas di keLas.

  14. Baru ngeh kalo blog metaMARSphose dengan blog ini beda admin nya😆 pizzz kiraain sama pak, karena namanya mirip2 terus yang info second blog nya sampean.
    Btw, tentang strategi ini pak ( aku bukan berprofesi sebagai pendidik namun sering di daulat menjadi instruktur dalam pelatihan kerjaan ) kalau ada pengacau2 yang extrem langsung aja aku kasi pertayaan tentang materi barusan yang baru aku sharing dijamin langsung diem.

  15. hmmm
    tulisan yang sangat inspiratif dan berguna banget
    makasih udah berbagi pengalaman

  16. info yang manis…
    saya termasuk golongan pemalas baca buku..
    thanks referensinya, sangat bermanfaat
    salam sukses Pak Guru..

    sedj

  17. meski kita tak bisa mengendalikan hati anak untuk berhenti, kita berusaha untuk mengehntikan gangguan yang ditimbulkannya.

  18. info bermanfaat dan sepertinya tak sulit untuk dilaksanakan di kelas

  19. situasi dan kondisi yang menjadi dasar penerapan strategi di atas …. dan membaca uraian di atas setidaknya terdapat pilihan untuk mengatasi itu, baik salah satunya atau kombinasi dari beberapa pilihan tersebut.

    Pengalaman menjadi guru lebih mudah mengenali situasi dan kondisi, namun membaca buku akan memberikan banyak alternatif dalam menyelesaikan suatu keadaan seperti yang diilustrasikan di atas.

    Salam Pak Mursyid, moga sehat selalu

  20. Sebagai guru tentu kita harus bijak, sabar, dan profesional, namun dalam kondisi tertentu kita kadang bertindak kurang profesional. Jadi, barangkali yang sangat penting kita harus mampu menjaga sikap kita agar tetap mampu profesional dalam keadaan bagaimana pun.

    Terima kasih banyak Pak, s\tulisannya bisa menjadi bekal dalam mengejar.

  21. selalu ingin untuk selalu menimba ilmu kepada para pakar tapi waktu yang tak menentu .

    minta maaf pak baru bisa mampir lagi

  22. dulu pas sekolah aku rada bandel, namun guruku baik, mungkin mereka sudah punya strategi ini ya…selamat bekarya pak..mudah2an pendidikan indonesia tambah maju…

  23. strategi ini memang lebih jitu pak dibandingkan kekerasan yang dilakukan oleh guru dengan dalih mendidik atau efek jera

  24. Salam hangat Pak!
    Salam persahabatan!

    Guru atau apapun namanya, seorang yang menjadi pendidik memang membuuhkan strategi yang tepat agar tidak meleset dari tujuan awal pendidikan itu.

    Makasih share ilmunya Pak🙂

  25. Great Tips…
    cucok buat oby yg bercita cita menjadi guru,,,
    makasih yah Pak mursyid ^^

  26. Ilmu pembelajaran yg baik, semoga para guru bisa menerapkannya.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: