Guru Harus ‘ICT Literate’ (Melek TIK)

Undang-Undang Nomor 14/2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa setiap guru HARUS dapat memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kepentingan penyelengaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.

Kompetensi guru di bidang TIK juga merupakan salah satu yang dipersyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2009, Bab II bagian Kesatu Pasal 3, yakni bahwa guru harus menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional. Pada Peraturan Pemerintah tersebut juga dijabarkan bahwa guru harus kompeten dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan mampu mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan pada Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, melalui program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Up-grading) antara lain melakukan upaya meningkatkan keterampilan menggunakan komputer bagi guru yang tergabung dalam KKG (Kelompok Kerja Guru) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), yang meliputi kemampuan menggunakan perangkat lunak pengolah naskah (wordprocessor), pengolah angka (spreadsheet), slide presentasi, serta kemampuan menjelajah internet dan menggunakan email.

Sekolah dalam hal ini sepertinya sudah cukup responsive dalam bersikap, yaitu dengan cara melengkapi diri dengan sarana dan prasarana pendukung ICT yang memadai seperti computer, LCD projector, dan jaringan internet. Tetapi sepengamatan saya, sekolah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana memadai tersebut sering tidak diiringi dengan kesiapan para guru untuk memanfaatkannya sebagai media pendukung pembelajaran secara optimal, sehingga peralatan TIK tersebut masih terkesan hanya dijadikan pajangan sebagai simbul kekinian teknologi. Kalaupun ada guru yang memanfaatkannya, itupun baru satu-dua saja dari sekian banyak guru. Sungguh hal ini sangat ironis.

Ayo bangkit saudara-saudaraku seprofesi. Mari jadikan ICT sebagai salah satu alternative berinovasi. Setidaknya dalam mengajar mari kita mulai menggunakan multimedia presentasi. Untuk teman-teman guru di Kab. Pekalongan, jika mengalami kesulitan dalam hal pengoperasian  aplikasi program Powerpoint dan Adobe Flash beserta pendukungnya, silahkan hubungi saya – dengan senang hati saya siap membantu.

39 Tanggapan

  1. setuju
    terus saya juga setuju jika ada eliminasi kepada guru yang sampai hari gini gak mau akrab dengan IT. Gimana kalau syarat menjadi kepala sekolah adalah memiliki blog dengan PR minimal 1 dan alexa dibawah 1 juta…wah pasti banyak yang gak setuju

  2. Pak apakah ada program BERMUTU untuk tingkat SMA, yang saya tahu cuma SD dan SMP

  3. Perkembangan Teknologi ndak cukup di motori dengan guru yang mempunyai prestasi akedemik yang tinggi, tapi harus adanya komitmen dan loyalitas peran serta di dunia pendidikan…Tapi Guru jaman sekarang etos kerjanya kaak apa ya pak, kalo menurut pandangan and apribadi ?🙂

    • Saya berkeyakinan bahwa guru Indonesia secara umum baik. Kalau ada oknum guru tertentu yang tidak baik ya manusiawi dan keadaan ini jangan digeneralisasi seolah semua guru tidak baik.
      Bagaimanapun juga guru merupakan bagian dari sebuah sistem. Ada banyak hal yang mempengaruhi guru bisa menjadi baik atau tidak baik. Saya kira saya tanpa saya jelaskan kita semua memahami hal ini.

  4. “Ayo bangkit saudara-saudaraku seprofesi. Mari jadikan ICT sebagai salah satu alternative berinovasi.”

    Bagiku, kalimat tersebut harus melecut semua guru untuk -benar- berinovasi demi tumbuh kembang anak didik, terutama. Dan, sangat relevan karena kini ICT seolah telah menjadi santapan sehari-hari masyarakat, yang seharusnya memang sungguh perlu untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin.

  5. Apakah undang-undang itu berlaku dikalangan Pesantren, sehingga para Ustadz dan Kiai harus melek teknologi…
    Kebetulan ane sekolah dipesantren,,,,kalau dipikir kayaknya mereka perlu atau tidak ya pengajaran berbasis I?

  6. Tuntutan kemajuan jaman globalisasi informasi memang mengharuskan para pendidik menguasi ilmu dan teknologi yang tepat guna, sesuai dengan tingkat kompetensinya. Jayalah para guru, pahlawan tanpa tanda jasa di Indonesia.

  7. Di jaman sekarang, memang sangat diperlukan bagi setiap guru untuk melek teknologi, tapi yang lebih penting adalah kemahiran mentransfer pengetahuan dan kepandaiannya kepada siswa, sehingga tiba-tiba siswa merasa bisa/mampu/mahir.
    kemampuan guru dalam mentransfer tersebut dan dalam bersikap sebagai fasilitator, lebih dominan dalam pendidikan dan pengajarannya.
    Panutan moral dari seorang guru, sangat membekas pada setiap siswanya.

  8. Jaman sekarang jika tak melek IT maka akan menyusahkan diri,apalagi seorang guru yang harus mengetahui perkembangan terbaru..

    Thanks atas kunjungannya Pak

  9. Yup betul banget tuh mas, cuma kita juga jangan lupa untuk tetap memanfaatkan media lain seperti perpustakaan sebagai literatur. Kadang sekolah atau perguruan tinggi terlalu jor-joran untuk membeli perlengkapan TIK, tapi lupa nambah buku diperpustakaan.😀

  10. wahhh semakin salut dengan Guru2 yang mau terus berusaha untuk lebih baik…🙂

    hebat.. hebat

  11. wah setuju sekali pak … kalau zaman sekarang guru masih buta huruf dengan dunia TI … Apaka Kata Dunia ???

  12. Kunjungan perdana pak, salam kenal..😀

  13. Dahsyat
    Saatnya guru melek IT
    Untuk pendidikan yg lebih baik🙂

  14. Sebelumnya salam kenal. Wah gagasan yg bagus neh

  15. Betul juga, kalau bisa bukan hanya gurunya, siswanya juga. Tapi kayaknya sih pelajar sekarang udah pada rajin nge-blog

  16. ICT, khususnya internet saat ini dan ke depannya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan kita.
    Guru dan siswa seyogyanya dapat menyerap dan manangkap secara positif produk budaya yang relatif baru ini

  17. Semoga dengan dukungan teknologi baik dan hasrat mengadopsi teknologi baik akan semakin mendorong ke melesatanya nilai pendidikan🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  18. sangat setuju sekali, bila perlu eliminasi aza guru2 yang ga mau belajar IT dengan alasan klisenya karena “sudah tua,” padahal namya belajar khan ga kenal umur huhuhu…

  19. Maju terus pendidikan Indonesia, hidup guru

  20. Assalamu’alaikum,

    Alhamdulillah bisa berkunjung lagi. Dua bulan lebih tidak bertemu karena kesibukan yang tidak bisa ditunda.
    Kalau baca tulisan tentang ICT rasanya saya tidak tahu apa-apa tentang teknologi ini. Sebagai guru melek ICT ini betul-betul sangat bermanfaat. Sayang saya jauh dari Pekalongan, jadi tidak bisa berguru langsung kepada Bapak.

    Terima kasih Pak.
    Salam.

  21. semangat… semangat… ^^

  22. wah saya sangat mendukung usaha ini pak… secara dlu kami susah banget tuk melek IT nuii…sekarang alhamdulillaah perkembangannya sudah sedemikian selangkah lebih maju… ohya, sy dulu juga berprofesi sebagai guru juga… ^^

  23. =D
    Setujuuu semoga saya bisa jadi guru XP
    amin
    mohon Do’anya yah pak…
    heheheheh

    kayaknya ortuku juga perlu tuh

  24. sangat bermutu juga postinganmu,maz
    mantab
    salam hangat dari blue

  25. selamat hari buku sedunia, mari galakkan membaca

  26. setuju banget. semakin bagus fasilitas teknologi untuk belajar mengajar, semakin mudah menyerap ilmunya. kualitas juga jadi lebih meningkat

  27. ICT tuh apaan sih pak?
    br denger

    • ICT tu singkatan dari Information and Communication Technology, dalam bahasa Indonesia Teknologi Informasi dan Komunikasi biasa disingkat TIK .

  28. Saya mendukung jika banyak guru yg lebih melek IT, tapi saya juga menghargai para guru yg mungkin krn keterbatasan tertentu seperti usia, tingkat penguasaan pada komputer dan mungkin kendala finansial, sehingga mereka terkesan gagap teknologi. Banyak guru senior di madrasah kami yg mengoperasikan sms pada hp mereka saja masih sangat belepotan, apalagi mengajari mereka menggunakan LCD, laptop dan software2 presentasi seperti yg sering bapak gunakan. Saat ini yg sedang kami rintis ialah memberdayakan guru2 muda agar lebih melek IT dan mampu mengoptimalisasikannya dgn baik. Setelah itu baru mengadakan program pendampingan bagi guru2 senior yg masih antusias belajar komputer, dgn lebih menekankan kemampuan mengoperasikan komputer utk kepentingan tugas administrasi pembelajaran dan jika memungkinkan utk presentasi bahan mata pelajaran di hadapan siswa. Namun memang tetap saja, soal budaya dan minat dlm bidang tsb masih minim..ada semacam keengganan dan sikap pesimis guru manakala dihadapkan pada persoalan optimalisasi ICT dlm tugas pembelajaran mereka.

    • Sebenarnya yang dimaksud TIK bukan hanya komputer dan internet. Ponsel, Radio, TV, VCD/DVD juga merupakan piranti TIK. Khusus untuk komputer untuk Bp/Ibu guru yang sudah di atas 50 memang sering banyak menghadapi masalah, tapi bukan berarti tidak bisa. Ya, setidaknya para guru yang masih muda jangan sampai ketinggalan dengan muridnya dalam hal TIK ini.

  29. communication technologies

  30. sangat setuju, kalau kompetensi guru hebat pasti kualitas pendidikan meningkat.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: