Warnet: Antara Bisnis dan Pendidikan

Beberapa hari yang lalu anak saya yang kecil (kelas II SD) pulang terlambat. Sesampai di rumah saya tanyai dia,

  • “Di sekolah ada kegiatan apa, Dhik? Kok jam segini baru pulang?”
  • “Gak ada kegiatan apa-apa, Pak. Tadi mampir warnet dulu.” (Hah … bagai disambar petir saya.)
  • “Mampir  warnet? Untuk apaan?”
  • “Main game sama teman-teman. Game-nya bagus-bagus deh, Pak.”
  • “Besok lagi gak boleh gitu, lho. Kalau mau main game online di rumah saja pas ada bapak atau ibu.”

Belum lama ini saya juga iseng coba mampir di sebuah warnet habis pulang kerja. Kebetulan di sana penuh siswa yang masih berpakaian seragam putih abu-abu. “Sepertinya mereka asyik mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.” pikir saya. Tak lama kemudian ada salah satu computer yang kosong, sayapun segera mengambil tempat tersebut, dan apa yang saya jumpai? Alamak!!! Gile benerrr! Ada 5 situs parno masih tertinggal di history-list. Wah …, gini, to?!?!?

Kedua kisah di atas selayaknya kita jadikan bahan refleksi bahwa dunia maya yang kini dengan sedemikian mudahnya dapat diakses harus dengan cerdas dan arif kita sikapi sehingga dampak negatifnya semaksimal mungkin dapat direduksi. Para pengelola warnet, dalam hal ini, hendaknya jangan hanya berorientasi pada profit semata. Memasang peringatan “Dilarang Mengakses Situs Pornografi” saja masih sangat kurang – Hendaknya situs-situs tertentu yang sama sekali jauh dari kategori mendidik apalagi berbau porno dilakukan pemblokiran. Juga, menentukan batasan umur konsumen/pelanggan terasa bijaksana dilakukan.

Sumber gambar: Suara Pembaruan

69 Tanggapan

  1. sekarang di daerah tempat saya ngajar juga sudah banyak warnet, aak-anak juga sudah mulai mengakabi dunia maya, sepertinya yang belum akrab dengan internet justru pada beberapa guru, jajaran dinas, pemda dan para penentu kebijakan

  2. sayang ya pak kalau murid sudah banyak yang akrab, malah gurunya masih sedikit yang mau membuka diri

  3. Nah itu yang ditakutkan, mestinya dari pihak operator memberikan filter anti porn atau jk ada yg ngakses siuts gituan segera di cut saja aksesnya, kasihan generasi kita

  4. Pornografi adalah “jantungnya” perkembangan dunia internet sampai sekarang ini. Konten2 situ ini, meningkatkan perkembangan peningkatan pengguna internet di seluruh dunia. Ndak bisa di salahkan dari adanya pornografi, kalo kita memikirkan sekilas, sampai kapanpun teknologi seperti dua suatu mata pisau. konklusi masalah ini seperti tak ada ujungan, hanya menjadi polemik.
    Saya ndak tau, apakah ini karena budaya masyarakat kita yang meng-anggap tabuh hal-hal pornografi itu, sehingga hanya di sikapi dari sisi negatif nya saja….Kapan ya di indonesia ada semacam sex education biar bisa memback-up para pelajar untuk mengerti tentang apa dan mengapa koq ada pornografi itu.. hehehe

  5. Hehehe….
    Iya pak guru, sambil ngerjain tugas sekolah sembari buka situs2 porno.
    Larangan tuk membuka situs pornodengan diblokirnya situs2 yang porno di w net2 ternyata gak ngaruh ya pak, buktinya situs porno dengan mudah bisa diakses

  6. Ayo kita pertanyakan:
    “Apakah anak Indonesia sudah siap menggunakan internet dengan baik dan benar?”

  7. Sempat kepikiran juga sih mau buka warnet di kampung, tapi sayang terkendala sama modal😦,

  8. wah bangga saya melihat keadaan seperti itu pak .. saya juga berusaha membuat tempat saya seperti itu .. pendidikan lebih di utamakan ….

  9. Wah, saya juga sering sih saat ke warnet, masih ada jejak yang seperti itu. Sebenarnya memang perlunya diberlakukan langkah preventif dimana diadakan pemblokiran. Lebih dari itu, sesuaikanlah kondisi warnet dengan target pelanggannya, kalau untuk kawasan pendidikan janganlah warnet itu terlalu rapih, dalam artian disekatlah hingga orang tak tahu apa yang sedang dia lakukan. jadi harus terbuka, setidaknya orang tersebut akan merasa malu ! jangan malah dibuat remang-remang.:mrgreen:

  10. anak-anak jaman sekarang c kecil2 juga pada pinter ngenet, ngegame dan lain2,,, mungin klo di biarkan terus bisa kebablasan kalee yah…

  11. justru tindakan preventif lebih ditekankan kepada keluarga, lingkungan sekolah dan teman-temannya. Apakah kita akan menyalahkan pihak warnet apabila anak kita datang ke warnet dan mengakses situs porno? Pihak warnet juga tidak menginginkan hal tersebut. Tujuan sekat disini adalah untuk menjaga privasi. Apakah ada yg suka ketika bekerja layar komputer kita dilihat oleh orang lain?

    • Kita sebagai orang tua dan sekolah sebagai pusat pendidikan budi pekerti telah dan sedang tiada hentinya untuk senantiasa memberi pengertian mengenai hal ini. Kita semua mestinya ikut merasa bertanggung jawab, termasuk warnet. Ini bukan sekedar bagaimana memfasilitasi privasi, melainkan mengenai bagaimana turut serta dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa.

  12. kalo masih ngakses game yang oke masih aman ya mas hehe

  13. sayangnya…
    warnet yg di lengkapi software anti virus porno kurang laris,,,
    dan tapi bila tidak di pasang sama saja merusak moral anak bangsa

    serba salah yah yg punya warnet itu
    sebenarnya ini kita kembalikan pada pengguna warnet sendiri bisa menggunakan warnet secara benar atau tidak..
    mending ngeblog dripada buka begitun hehehehe

    pak mursyidi keren
    guru mana sih pak???

    di tunggu kunjungan baliknya

    • Memang dilematis. Di satu sisi ingin usahanya menghasilkan keuntungan sebanyak-banyaknya, di sisi lain bla bla bla … tahu sendirilah, ya. Tetapi kalau semua punya komitmen sama untuk semaksimal mungkin ikut andil dalam pembangunan karakter bangsa, saya kira masalah ini dapat teratasi meski tidak seratus persen.

  14. Nice posting pak!

    Ada 2 sisi pemikiran dalam hal ini. Pertama, kita bangga anak2 sekarang smkn melek teknologi, bahkan hingga pelosok desa. Mudah sekali menjelajah dunia hanya dengan akses internet. Tapi yang kedua, bombardir pengaruh tekologi (internet) bisa berdampak negatif pula jika tak diarahkan dengan baik, contohnya ya situs pornografi itu. selain itu, jiwa sosial mereka berkurang karena jarang interaksi dengan teman sebayanya secara ‘live’.

  15. permainan bekel, congklak, petak umpet sudah digantikan dengan permainan di dunia maya. gawatnya lagi situs parno tadi ya pak. hm… harus pinter2 dlm mengawas anak

  16. saya pingin sedikit share ttg internet di saudi…. di sana situs yang mengadung unsur yang menyinggung sara dan pornografi selalu diblokir ma pihak yang berwenang… secara otomatis… ntah di negeri kita, soalnya saya bru kenal deket ma net di saudi, selama di indo, barang ini mewah banget bagi saya jadi gak pernah utak/ik…:mrgreen:

  17. Kemajuan jaman bagai 2 sisi mata uang. satu sisi baik satu sisi jelek. semoga kita bisa selalu berada sisi yang baik dan bisa menutup dari sisi lainnya.

  18. dirumah saya internet bisa diakses 24 jam dengan jaringan ataupun wireless, dulu dapat fasilitas dari pemkab, sekarang kami pasang speedy dan kemudian dipasang akses point agar keluarga kami termasuk adik2 sepupu yg masih kuliah dan sekolah bisa memanfaatkannya untuk tugas kuliah dan sekolah.

    sejak kecil kedua putra kami sudah mengenal internet, jika dulu fasilitas ini dipasang firewall untuk situs porno dan sejenisnya, tapi sekarang tidak. Yang bisa kami lakukan adalah selalu mengingatkan putra kami untuk mempergunakan internet bagi hal2 yang bermanfaat. Dan biasanya suami yang selalu merichek histori list.

    Peranan orang tua memang sangat penting demikian juga guru di sekolah untuk memberikan pengertian kepada putra-putri kita agar bisa lebih bijak dalam memanfaatkan internet.

  19. selama ini warnet banyak digunakan utk game online, jejarang sosial dan chating.

    ehm coba buat ngeblog ya😀

  20. kalo saya sih sekarang, udah gak buka-buka situs gituan.
    karena menurut saya sekarang mendingan nge-blog, blogwalkingan daripada waktunya dipake buat buka situs gituan..

    saya juga sering ke-warnet buat ng-blog dan juga main poker.🙂

  21. blokir saja situs situs anehnya Pa🙂

  22. miris pak dengan realitas yg ada..
    dulu di sebelah panti asuhan juga ada warnet……sampai akhirnya diprotes warga karena anak2 yg banyak kesana.. mana dekat sekolah lagi..
    Alhamdulillah sudah pindah…

  23. pornografi itu candu, sama seperti narkoba..
    salam kenal

  24. saya dulu pernah kewarnet tp udah agak lama. biasanya warnet2 menyediakan video khusus dewasa (porno) di masing2 komputer. itu saya dapati sendiri dan katanyya utk menarik pelanggan.. semakin banyak videonnya + updatenya, semakin banyak pelanggan dan langganannya. tp klo sekarang gak tau lagi. krn sudah makin ketat dan banyak razia. mgkn video itu udh gak ada lg. tp gak tau jg krn udah gak pernah kewarnet lg..

  25. Pengelolaan bisnis warnet sepatutnya juga memerlukan pengawasan reguler dari pemberi ijin usaha. Apakah telah memperhatikan regulasi yang berlaku sehingga bisa memberikan edukasi kepada anak-anak usia sekolah yang selalu punya karakter khas terhadaap rasa ingin tahunya. Salam…Terimakasih telah berbagi cerita bersama…

  26. kayaknya situs2 pornografi sudah diblokir pemerintah deh.. tp kayaknya situs2 porno yg lokal doank.. bukan situs porno yg luar.. itu banyak saya dapati klo situs luar blm diblokir.. hmm.. ni butuh peran pemerintah agar semua teratasi.. moral generasi bangsa bisa terancam dgn maraknya situs ini..🙂

  27. itulah yang mencemaskan, pak, kalau anak2 mengakses internet tanpa pendampingan di warnet. makanya, sekarang anak2 saya sediakan koneksi internet di rumah agar bisa saya pantau.

  28. perkembangan IT perlu disikapi dengan baik.
    Mudah-mudahan sisi positifnya terus berkembang..
    dan dampak negatifnya mudah-mudahan bisa semakin ditekan.
    Tentunya perlu kerjasama banyak pihak

  29. semoga pengguna internet bisa lebih bijak, baik buruknya kita sendiri yg bisa memilih.

  30. Assalaamu’alaikum sahabat.

    Hal seperti bahan porno dalam internet tidak akan dapat dibendung jika tidak punya kekuatan diri dan keperihatinan pihak yang bertanggungjawab untuk mengawal hal ini berleluasa.

  31. Salam kenal, Pak.

    Tugas guru dan orangtua jadinya semakin berat, ya Pak, karena masyarakat ada kecenderungan tak lagi memperhatikan segi-segi pendidikan moral-mental dalam berbisnis, apa pun bisnisnya.

    Ada kesan persolan moral-mental urusan guru dan orangtua, masyarakat/pasar mengabaikannya. Sungguh memperihatinkan.

    Maaf, Bapak, kKalau Panjenengan ada kesempatan, sudilah kiranya mampir ke blog saya, http://sungkowoastro.blogspot.com.

    Salam kekerabtan.

  32. bijaklah dengan teknologi, majulah dengan teknologi, waspadalah terhadap teknologi

  33. Makin mantaps aja nih Pak Guru…
    btw.. semoga sahabat sejati selalu bahagia…
    izinkan kami mengucapkan terima kasih..
    atas partisipasinya pada kuis sahabat sejati…
    semoga sukses selalu..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com/2010/04/12/klasemen-akhir/

  34. warnet bagaikan dua keping mata uang, disatu sisi bermanfaat, disatu sisi merusak. Tinggal skrg bagaiimana orang tua aja memberi pengertian

  35. Yup bener banget pak, seharusnya pihak warnet melakukannya. Karena mereka juga punya tanggung jawab moral untuk hal ini.

  36. Ya memang peran keluarga sangat penting, bgmn komunikasi ortu dg anak2… krn kita tdk bisa menutup diri thd perkembngn It yg punya akses negatif spt itu….
    Krn itu pl mngpa sy buka jaringan di rmh, agar bis mengwasi anak2, bgmn dg klg yg tdk mampu,… Pak Guru perlu kasih tips ke ortu2 yg lain…

  37. mungkin dengan blog siswa dapat mrereduksi penyalahgunaan internet oleh siswa

  38. Ironis memang Pak, satu sisi membuka wawasan tentang TI sisi lain bisa kebablasan kalo darah muda terlalu disalurkan ke situs2 begituan. Lebih banyak negatifnya.

  39. yups..tentu kita harus bijaksana dalam pemakaian Internet berikut kontrol thd lingkungan sekitar dg perkembangan internet ini…

  40. semuanya tergantung dari pemakai itu sendiri…,
    jika di gunakan untuk hal-hal yang baik pasti akan baik…,

  41. Lho sudah musimnya facebook sama twitter, masih ada yang liat situs porno ? Kelewatan deh ah. hhehhehe

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  42. lha piye tho… Facebook aja sekarang jadi ajang buat nampilin foto porno….kok… wes..wes…

  43. ga cuman itu saja pak, banyak hal yang harus kita waspadai di warnet walaupun kebebasan adalah mutlak tapi perlu dibatasi juga …

  44. Ibu saya kurang setuju saat saudara saya ada yang ingin berbisnis warnet, karena yang beliau lihat dari warnet adalah sekian banyak waktu yang dihabiskan oleh anak muda di warnet. Apalagi saat beliau tau di internet itu sangat mudah mengakses konten2 negatif, beliau jadi sedih😦

  45. thank you, for your information

  46. Selama budaya baca dan tulis belum membumi, selama itu pula akan kita saksikan internet hanya sekadar hiburan. Terima kasih atas kunjungan Bapak di blognya Rossi. Salam kenal juga. Teruslah berkreasi, lanjutkan berbagi.

  47. Internet memang bagai pisau bermata dua. Disatu sisi memberikan manfaat, namun disisi lain ia menebarkan racunnya. Tinggal kesadaran individu itu masing2, mau mempergunakannya seperti apa

  48. jadi inget, tayangan di tv yang nyiarin sekat2 di warnet dah mirip “hotel mini…..”

    itu pengusaha warnet yg ambil segala cara utk untung sebesar2nya…

  49. “Dilarang Mengakses Situs Pornografi” << sebatas tulisan saja pak sepertinya
    Dilemastis juga sih, Kalau diblok untuk mengakses situs-situs porno, pengunjungnya bisa2 turun.. akibatnya keuntungannyapun berbanding lurus,….😀

  50. semoga ke depan dan sekarang ada warnet ‘sehat’ untuk melindungi juga konsumen🙂

  51. Apa yang terjadi di warnet-warnet sekitar kita memang memprihatinkan, kalo hanya melihat-lihat saja masih mending, gimana kalo sambil dipraktikkan! alamaaaaak salah siapa niiiiie?
    ayo ra aku masih butuh banyak bimbingan nie tentang blog mengeblog pak syid, mohon perhatiannya

    • Di rumah dah punya koneksi internet lagi, ya? Selamat kalo gitu. Blog yang di WP yang dulu coba di update, muga2 belum kobar emailnya.

  52. thanks

  53. Alhamdulillah warnet saya jadi idola anak-anak…bersikaplah baik terhadap pelanggan, tegur bila salah satu dari mereka bila terdapat berbicara kotor, tutup akses Pornografi ke warnet anda, Intinya..Pemilik warnetnya harus berakhlak baik dulu, Insya Allah para orang tua tidak akan segan-segan melepaskan anak-anaknya ke warnet kita..satu hal lagi..Jangan terlalu perhitungan..jangan takut keyboard atw mouse kita hancur..karena ini adalah resiko usahawan warnet..saya selalu lakukan Quiz buat anak-anak SD sampe SMP….bila dapat menjawab 5 pertanyaan matematika atw Pengetahuan umum lainnya saya kasih Rp. 20.000…Hmmm…asyik kan…Karena warnet tidak semata-mata BISNIS..bisa juga jadi ajang pendidikan serta beramal..insya Allah…

  54. Thanks for the great post! I would never have found this on my own!

  55. Thanks a lot for blogging this, it was very handy and helped me a lot

  56. Very detailed article would it be OK if i translate into Dutch for my blogs viewers? Thanks

  57. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this post. I am hoping the same best work from you in the future as well. In fact your creative writing abilities has inspired me to start my own BlogEngine blog now.

  58. i’m adding your blog rss feed so that I can see your new posts. Keep up the good work!

  59. Very useful article for me.

  60. Sustain blogging! its getting through the tough occasions that make you more powerful after which the great times will comply with, keep composing about your experiences and we ought to all pull unitedly.

  61. Test, senks author

  62. I like Your Article about Warnet: Antara Bisnis dan Pendidikan M Mursyid PW Perfect just what I was searching for! .

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: