Ujian Nasional (UN), Maret 2010

Serasa baru kemarin Ujian Nasional (UN) 2008/2009 berlalu. E…. kini kau akan segera datang kembali menguji nyali kami, siswa, guru dan orang tua. Tetapi seperti ada yang agak ganjil, mengapa datangmu terlalu pagi, bulan Maret 2010? Bukankah materi  dalam satu semester untuk diselesaikan dalam waktu 5-6 bulan? Kalau UN dilaksanakan bulan Maret, berarti materi untuk 5-6 bulan harus diselesaikan dalam waktu 3 bulan saja. Duh…. kok begini, ya?

Bagi yang belum memiliki Permendiknas tentang UN 2010, silahkan download.

Jajak pendapat:

  1. Bagaimana pendapat anda mengenai kebijakan pemerintah yang mempertahankan penyelenggaraan Ujian Nasonal?
  2. Apakah anda yakin/percaya bahwa hasil UN menggambarkan kwalitas pendidikan di Indonesia?

39 Tanggapan

  1. Malah ada Ujian Ulangan ya Pak…
    Piye kuwi karepe?

  2. Lhah mbuh kuwi, dhe Mars. Jane ki karepe priye? Lakoni wae. Dikritik nganti ntek ngamek ya percuma saja.

  3. menurut saya UN belum merupakan tolok ukur maju mundurnya dunia pendidikan malahan kadang jadi menyudutkan para guru atau pengajar ( walau saya bukan guru )
    materi yang semestinya 6 bulan trus menjadi instan juga malah tambah bikin kacau sistem atau kurikulum
    kasihan para guru yang kadang harus prihatin dengan hal ini
    salam semangat pak

  4. Doa restu saudara genthokelir saja, semoga ke depan manajemen pendidikan semakin baik.

  5. Moga sukses ujiannya ………..

    Alwi’s Last Post : Yahoo Messenger 10 Akhirnya Datang Juga

  6. untung saia udah lulus SMA bro
    Sekarang buka toko online
    Kunjungi toko online saia di http://rizaherbal.wordpress.com/
    Mumpung diskon gede hingga akhir tahun

  7. 1. Percaya, La kalo ditiadakan, bagaimana cara kita tau bahwa kita layak untuk lulus SMA? Perlu adanya suatu parameter / tolak ukur kan?
    2. Tergantung. Kalo banyak yang curang, ya gak bisa dijadiin tolak ukur.

  8. Semoga anak didiknya bisa sukses semua menghadapi UN nanti ya pak.. Kan jadi bikin bangga gurunya..🙂

  9. UN 2010 Maret warisan Pak Bambang Sudibyo kan Pak? Soale sing tanda tangan Permendiknas masih Mendiknas yang lama

  10. Bagaimanapun Ujian harus ada, bagaimana prosedur dan teknisnya, tentunya tenaga pendidik yang lebih tau. silakan berembuk.

    kalo wempi gak tau apa-apanya soal ini.
    cuma bisa noted, siap, laksanakan…😆

  11. Betul p Zul, permen itu yang menandatangani menteri lama, tapi nampaknya tidak akan ada perubahan. Saya setuju saja UN dipertahankan, sih. Tapi untuk penentuan kelulusan mestinya memperhatikan juga nilai yang diambil saat proses pembelajaran. Bukankah nafas KTSP mengutamakan proses itu sendiri? Juga, mestinya yang di-UN-kan jangan hanya mapel tertentu, tetapi semua. Selama ini kan hanya guru mapel UN saja yang terkesan diplekotho.

  12. ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

  13. ketika pak nuh menggantikan pak bambang s, saya pribadi berharap akan terjadi perubahan sistem UN, pak. tapi dengan keluarnya permendiknas 75/2009, un berarti jalan terus dengan modus operandi yang tak jauh berbeda dg un sebelumnya. yang mengherankan, sekarang malah ada ujian ulang bagi siswa yang tidak lulus. doh… kalau un tetap jadi penentu kelulusan, kecurangan demi kecurangan tetap sulit dihentikan.

  14. kalo membaca komentar dan pendapat dari beberapa yang bergelut di bidang pendidikan kelihatannya UN ini bukan sebuah format ideal untuk tolok ukur kecerdasan siswa ya Pak. Semoga saja negeri ini bisa menemukan format terbaik dalam segala bidang termasuk pendidikan.
    Terima kasih atas kunjungannya ke Blog saya.
    Salam kenal🙂

  15. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  16. Mas arkasala yang punya blog dengan pagerank tinggi dah sudi mengunjungi blog saya yang masih culun. Thankyou! Blog Arkasala mulai sekarang saya taut. Mohon izin.

  17. Hadoooh komeng saya ngilang..

  18. Hihihihi.. kayanya sepertinya malah di siapkan ujian perbaikan yaaa..

  19. Makasih infonya pak, iki sing tak goleki kat wingi, ndherek nyedhot sing nomer loro nggih?

  20. ada KETAKUTAN disini….Takut ada banyak Siswa yang Tidak Lulus UN 100 % lagi seperti tahun lalu di somewhere di negeri ini.
    Salam Hangat

  21. Hadir lagi Kang ….. Mursyid ….
    semoga sukses UN nya ….. terlepas dr masih adanya kekurangan di sana sini tuk mencari format ideal

    OOTP ada titipan Award nich buat kang Mursyid mohon bisa dijemput yaaaa ….

  22. tOloNg lah pak di pikir-pikir lagi, gimana nasib para generasi jika tidak berhasil …

    by_rony

  23. 1. UN kebijakan mengerikan pemerintah, merusak sistem pendidikan … karena berbagai hal, jadinya pendidikan lebih cenderung seperti lembaga kursus/les untuk test, dan menghilangkan proses belajar mengajar.

    2. Bagaimana bisa menggambarkan kualitas pendidikan di Indonesia, kebijakannya saja sudah mengerikan dan berperilaku suka menerabas.

  24. kenapa ya tidak bisa mendownload soal2 ujian nasional nya yah?

  25. Hadir … lagi di Kamis siang ……. tuk jenguk sahabatku ……

  26. Komenku …. kena aki-aki ……

  27. Hadiiiiiiiiiiirrrrrrrr …. di Kamis siang …

  28. UN sebagai media pembelajaran kecurangan
    duh gimana pendidikan kita ini…

  29. Makanya ayo pada berani nggak berkomitmen dengan sungguh2 untuk jujur-sejujurnya? Tentunya dengan resiko guru siap dijadikan kambing hitam atas kegagalan UN.

  30. 1. UN memang perlu, namun standarisasi dan penyelenggaraannya harus dengan taraf yang bisa kita acungi jempol, jangan sampai banyak terjadi masalah-masalah UN yang tahun-tahun sebelumnya

    2. UN belum tentu menunjukkan kualitas, banyak sekali faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.. Namun usaha untuk menjadi baik harus tetap didukung. Daripada, bangsa kita tidak memiliki sistem pendidikan dan penyetaraan kemampuan, kita justru menjadi bangsa yang bodoh dan semakin bodoh.

  31. bagi saya UAN hanyalah bumerang bagi kami semua,
    sebab UAN bukan lah salah satu penyelesaian dalm pendididkan
    akn tetapi UAN Hanyalah masalah bagi kami sebab
    KAMI SELAMA 3 tahun telah berjuangan , tapi kalau di suruh pilih ualngn biasa dan UAN saya lebih baik memelih ulangan biasa saja,
    dan kalu UAN belum tentu bisa, sebab UAN hanyalah sebagai ancamn bagi kita , hanya dalm 3 hari kita berjuang menghadpi UAN, seakan” mental dan fikiran kita tergangu ,
    takut akn tidak berhasil,
    selain itu juga , apabila kita tidak berhasil , banyak teman” kita yang berbuat kriminal, di antaranya bakar gedung sekolah, ad pula yang bunuh diri akibat tidak lulus,
    banyak pula para guru menghawatirkan akn tidak berhasilnya siswa siswi mereka,

    saya berharap kepada mentri pandidkan ????
    jaganlah di adkan nya UAN , ?

  32. saya mohan pak, jagan di adkanya UN,
    demi generasi muda d msa depan ,
    terlalu bnayak generasi muda di indonesia yang tidak mendpatkan pekerjaan , karena tidak adnya ijazah SMA, karena tidak lulus,
    semakin banyak pula kemiskinan di indonesia , saya kasihn terhdp negara saya sendiri, ?????

    tolong di pikir” dlu, pak

    terima kasih ,,,,,,

  33. Saya setuju kalau UN di adakan jadi kalau kebijakan pemerintah untuk tetap mempertahankan UN berarti pemerintah peduli terhadap kulitas Pendidikan hanya saja standar nilai mungkin di lihat dari masing2 sekolah karena kalau di sekolah terpencil di paksakan nilai standarnya di sejajarkan dgn sekolah2 yang ada di kota besar kasihan sekolah2 yang terpencil pak karena dari segi sarana dan prasarannya untuk penunjang siswa belajar…iitu tidak bisa di samakan dengan sekolah2 yang ada di kota besar… itu pendapat saya harap dimaklumi….namanya juga berpendapat (bebas kan pak asal jangan di denda atau di hukum)…salam kenal…

  34. untung saya ujian SMA 3 tahun yang lalu, Contek2an masih bebas….bahkan pengawasnya pun kongkalingkong ma kepala sekolah dan Guru.

  35. Saya setuju UN Tetap Dilaksanakan, Karena Itu Bisa dijadikan Tolak Ukur Pencampaian Kualitas Pendidikan Nasional, Tetapi UN jangan dijadikan Sebagai Standar kelulusan bagi Siswa, Masalah Kelulusan itu biar di Serahkan kembali Kepada Sekolah Masing-masing yang tahu persis kualitas daripada siswa,Dengan adanya UN sebagai Standarisasi Kelulusan sangat menjadikan momok bagi siswa itu sendiri, secara phykologis menganggu mental siswa menjadi takut dan selalu was-was,dan tentu sekolah itu sendiri, Dan saya yakin jika UN itu tetap dilaksanakan mengacu untuk keberhasilan Kualitas Pendidkan Maka Sekolah-Sekolah akan Bersaing secara Sehat. Jujur dan Ketat

  36. 1. saya g setuju dengan adanya sistem UN sebagai syarat mutlak kelulusan siswa
    2.UN tidak menjamin kualitas pendidikan dapat diperlihatkan
    secara menyeluruh

    UN jaman ini kayanya HOROR!! liat di tv
    belum ujian udah pada strees, apalagi setelah ujian
    dan jika ada yg ketahuan g lulus, malunya…

    udah saatnya, sekolah berbasis skill dikembangkan lebih
    banyak dan udah siap langsung kerja, jika hanya pengetahuan
    tanpa keahlian

    pilihannya adalah lebih baek tertarik ama school atau skill
    kedepan mungkin kita bakal jadi seperti diluar negeri dimana
    sekolah yang berbasis keahlian bakal laku keras
    and sekolah umum yang melanjutkan kepad bidang keilmuan (kuliah)
    benar2 murni untuk kaum akademisi dan penelitian

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: