Saatnya Sekolah Berbenah Diri Mempersiapkan Guru Memanfaatkan ICT

MGambar di atas adalah tampilan awal presentasi saya saat menyampaikan materi workshop pembuatan multimedia pembelajaran berbasis flash di SMPN 2 Talun kabupaten Pekalongan.

Jika anda bertempat tinggal di wilayah kota/kabupaten Pekalongan dan atau sekitarnya tidak mustahil anda akan terhenyak mendengar bahwa sekolah yang terletak di atas perbukitan Sengare kecamatan Talun ini ternyata sedemikian semangat dan akrabnya dengan dunia IT. Keterbatasan kwantitas dan kwalitas komputer yang tersedia di sekolah justru menjadikan para gurunya terpacu untuk memiliki komputer/laptop sendiri. Sinyal gelombang GSM maupun CDMA yang timbul tenggelam pun tidak menyurutkan greget untuk melakukan kegiatan blogging dan browsing internet.  Beruntung sekali setahun berjalan ini sekolah tersebut dipimpin oleh seorang Fuad Dulkhirom (a technology minded principal) sehingga potensi guru yang sebagian besar masih muda dan cukup mengenal IT terfasilitasi dan dapat lebih jauh digali.  

Kini SMPN 2 Talun kembali berbenah diri dalam rangka terus berinovasi dengan melaksanakan kegiatan workshop pembuatan multimedia pembelajaran berbasis Flash. Selaku pemateri tunggal pada kegiatan itu, sebelum masuk pada kegiatan workshop, saya tayangkan melalui LCD projector beberapa media karya saya sebagai pembuka dan motivasi, saya katakan, “Inilah Flash!” Sedemikian antusiasnya teman-teman guru menyimak satu demi satu penggalan multimedia pembelajaran yang telah berhasil saya buat. Ya, dalam hati kecil saya dan sang kepala sekolah berkata,”Berhasil!” – berhasil membuat peserta pelatihan terkesima, penasaran, dan termotivasi untuk dapat membuat media serupa.

Memasuki kegiatan inti (workshop) saya sampaikan bahwa Macromedia/ Adobe Flash adalah salah satu program aplikasi grafis, penuh logika, membutuhkan sense of aesthetic yang kuat, dan yang paling penting kemauan yang keras meski dengan peralatan terbatas. Kegiatan workshop mulai, setelah sekilas berkenalan dengan jendelanya Flash, langsung praktek. Karena terlena, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, break time, dan mie rebuspun datang. Asyiiiiik…!

Pukul 13.00 workshop pun dilanjutkan dan di akhir kegiatan saya tanyakan,”Gimana bapak/ibu guru? Bisa?” Serempak peserta workshop menyahut, “Mumet, Pak!” Sayapun menanggapi, “Ya, saya sungguh sangat memahami kemumetan panjenengan karena saya merasakan hal yang sama saat awal mempelajari Flash. Jalankan cd Tutorial saya, simak, pelajari dan praktekkan. Jangan berkecil hati, terus berlatih dan berlatih sampai kemumetan berbuah karya nyata meski sederhana dulu. Jangan menyerah. Saya senantiasa terbuka dan siap membantu. Jangan khawatir!”

Sebagai penutup tulisan ini, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMPN 2 Talun atas kemauan kerasnya dalam mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis Flash. Kalau boleh saya katakan, di kabupaten Pekalongan, SMPN 2 Talun dalam hal ini selangkah lebih maju (setidaknya dalam hal semangat) dibanding sekolah-sekolah lain yang bahkan telah berlabel RSN, SSN, dan RSBI sekalipun.  

Terus bersemangat dan semoga semakin jayalah pendidikan di Indonesia. 

19 Tanggapan

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saatnya kita memanfaatkan teknologi untuk pendidikan.

  2. Sebetulnya sudah sampai di tigkat SD mas. SD / MI sekarang sudah berbasis ICT. sepengetahuan saya bantuan DAK pendidikan, Dana Dekonsentrasi pendidikan untuk SD MI sudah banyak. melebihi angka seratus jutaan mas unuk sarpras, buku, komputer dan CD pembelajaran yang banyak abis. namun tidak di manfaatkan dengan baik dengan berbagai alasan, minimnya guru yang menguasai, sampai pada komputernya di bawa pulang oleh kepalas sekolah karena alasan keamanan di sekolah yang kurang aman.

  3. Semoga semangatnya segera diikuti oleh sekolah-sekolah yang lain.

  4. I like it….

  5. Saya merasakan memang sekarang sudah mulai ada pergeseran dari power point untk media pembelajaran ke Flash, cm ya sayangnya saya belum bisa. Ditambah lagi tmpat saya mengajar di kampung, boro2 ada proyektor, wong listrik aja blm ada. Ini aja kbtlan lg dikota jd bisa internetan. Salam kenal dan hangat Pak. Sukses selalu.

  6. Trims Pak telah menghadirkan semangat berbagi dunia ICT di SMP 2 Talun, sebuah sekolah pebukitan dengan jalanan 10 km penuh lobang. Semoga kami terus bisa berbenah

  7. Selamat Pak, semoga berbenah dirinya berhasil. Di Cianjur juga ada pelatihan ICT, hari Kamis s.d. Sabtu kemarin, tapi entah tentang apa materinya, karena kep. sekolah yang mengikutinya. Guru-guru di Jabar tampaknya banyak ketinggalan, sekurang-kurangnya di daerah saya.
    Sukses selalu Pak.
    Salam.

  8. @PZul:
    Salam untuk teman-teman di Talun 2. Jika pelatihan yang kemarin tidak ada tindak lanjut, saya khawatir akan percuma saja. Silahkan p Zul dkk rembugan untuk suatu saat nanti berkumpul di Krddp 1 dengan membawa laptop sendiri-sendiri setelah jam kerja. Tidak perlu sungkan dan mikir yang neka-neka untuk saya (free), yang penting asal pada sungguh-sungguh saja saya akan dengan senang hati dan ikhlas bersedia membantu.

  9. Menurut Pak Zulmasri, “…. ,sebuah sekolah pebukitan dengan jalanan 10 km penuh lobang” …. suatu semangat yang luar biasa dalam berbagi, suatu kepedulian yang mulia untuk memajukan dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT ….. insya Allah, ilmu yang dibagikan Pak Mursyid memberikan manfaat yang sangat berharga, setidaknya semangat dan kepedulian sudah memberikan motivasi tersendiri terhadap dunia pendidikan.

    Sukses selalu Pak …. pengalaman berbagi yang menginspirasi.

  10. Sebuah semangat dan usaha tanpa henti akan menghasilkan sesuatu yang tak ternilai pak, dan semoga sumber daya yang ada bisa terus memanfaatkan fasilitas yang ada.

  11. Beruntung punya leader yang respek terhadap teknologi. Saya tidak seberuntung itu. beberapa guru punya komputer/laptop, tapi internet dibatasi kuota 50 jam. Sulit meyakinkan pentignya internet bagi lader ini.
    Makasih sudah berkujung.

  12. Congratulation bos! sudah bisa memperkenalkan multi media di lingkungan sekolah yang terbilang sukses. Maju terus yaaa…agar mereka melek perkembangan dunia dengan segala hal berbau media. Terlebih IT.

    Salute Bos!!

    BTW … lucu juga yaaa… kalau murid lebih cerdas jadi guru… bisa-bisa murid ngajarin guru… Maju terus agar guru tetap menjadi sosok yang di gugu dan ditiru… bukan meniru anak didik, apalagi dugurui anak didik.

  13. Kalo untuk daerah perkotaan mungkin sudah bisa diterapkan IT …yach

  14. @agoesman:
    IT sudah merambah ke desa, lho. Bener,

  15. walaupun baik, kadangkala sekolah2 terpencil susah mewujudkannya. harus ada upaya dari pemerintah agar sekolah tak dibiarkan bertarung sendirian.

  16. @haris:
    Bener sekali, Mas. Di Kota Pekalongan oleh Pemda setiap SD pun sudah di-drop piranti multimedia (Laptop beserta LCD Projectornya), tetapi di kabupaten? Ah … entahlah.

  17. wah, mantab sekali dan keren, pak mursyid. sejak dulu saya mencoba belajar buat media berbasis flash. tapi dasar gaptek, sampai sekarang baru bisa mengandalkan power point., haks.

  18. Pak saya mau daftar ikut pelatihan macromedia flash. Pasti asyiik. Apalagi kalau berhasil berkarya seperti yang kita imaginasikan. Bahagianya tak terkira.

  19. Wah, pak guru sebuah wacana yang bersemangat, yang haus akan ilmu pengetahuan dalam menyongsong abad berikutnya, saya benar-benar jadi terharu membacanya.Teruskan berkarya, tetap semangat dan terus berbagi! Salam silaturahim.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: