Presiden Memilih Mengunjungi Daerah Bencana, Pelantikan MPR RI Diwarnai Interupsi

Pelantikan MPR RI 2 Oktober 2009 ini memang penuh kontroversi, mulai dari biaya 34 milyar yang menjadi gunjingan hingga pada hari ‘H’ pelantikan dan pungucapan sumpah dan janji yang dengan terpaksa tak dapat dihadiri presiden RI yang nota bene juga merupakan calon presiden RI terpilih periode 2009-2014.

jakarta-sumatraNampaknya dendam politik sebagai dampak dari pemilu yang baru lalu itu masih sedemikian membara bersemayam di lubuk hati para calon penentu kebijakan- anggota dewan yang terhormat itu, sehingga ketidakhadiran presiden yang karena  sedang mengadakan kunjungan ke daerah bencana di Sumatra Barat pun dijadikan sebagai bahan interupsi. Atau mungkin karena sedang keasyikan oleh sebutan ‘terhormat’ itu sehingga mereka seakan lupa betapa sebagian rakyat Sumatra Barat yang membuat mereka kini dapat memperoleh kedudukan terhormat itu sedang membutuhkan motivasi dan kepedulian nyata. Sebagai rakyat biasa saya pun boleh bicara; mestinya yang harus berkunjung ke Sumatra itu bukan hanya presiden, tetapi juga mereka – Anggota Dewan yang Terhormat. Mestinya mereka  semua berbondong-bondong ke sana sambil menyumbangkan sebagian rezeki sebagai bentuk empati.

43 Tanggapan

  1. HHmm…Walau tidak ada bencana pun menganggarkan sebesar itu sudah tidak efisien…

    Piye to para wakil rakyat kuwi…..😦

  2. sepakat, dan tidak harus kesana dalam arti berbondong-bondong kesana. saya kira yang di perlukan adalah kepeduliannya dalam arti Dana, mungkin. Setidaknya biaya pelantikan, mereka kembalikan dengan berikhlas hati senilai yang ia nikmati dalam pelantikan untuk korban bencana dll. toh, kepedulian anggota dewan jelas dalam arti yang sangat luas, bukan hanya memberikan bantuan dana, inipun tidak di lakukan dengan kesadaran bersama baik sebagai pribadi amupun sebagai dewan. salam,

  3. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  4. hehehehe Wakil Rakyat seharusnya merakyat

  5. semoga para wakil rakyat mendatang lebih baik dari yang
    saat ini…,

  6. ya, begitulah….

  7. uang membutakan sgalanya..😦

  8. Yah seperti itu lah warna dan pola tingkah bangsa kita sahabat…

  9. ya itulah demokrasi, mungkin.

  10. Kalo aku bilang ini musibah, yaa jangan dikaitkanlah sama pelantikan orang dewan, kalaupun misal musibah bisa diundur dulu atau dibatalkan mungkin spekulasi soal pelantikan juga nggak ada.
    soal biaya,,, so so lah…

  11. Hujan interupsi yg melanda gedung MPR/DPR berakhir jingkrak2 pembagian jabatan.
    Hujan yg melanda Sumbar usai gempa berakhir dengan amat mengenaskan. Ah, anggota dewan yg tak punya empati, betapa rendah kualitasmu!

  12. Ya proses pemerintahan harus tetap berjalan,Rancangan Kerja harus dilakukan,Ya kalo ada musibah .Dengan sisihkan 5% dar gajii anggota dewan seluruh Indonesia,kayanya cukup untuk disumbangkan membantu bencana…

  13. moga saja mereka tidak benar2 tertutup pintu hatinya, dan dapat berbuat untuk benar2 menjadi wakilnya rakyat.

  14. pilihan yang tepat bagi Presiden, karena pelantikan MPR tetap sah tanpa kehairan Presiden, sedang kunjungan ke daerah akan mempercepat pemulihan keadaan, setidaknya pemda setempat akan malu kalau tidak cepat berttindak

  15. sebenarnya dana 34 milyar tuh buat apa saja to, kok mpe begitu banyaknya.apa buat nginep,makan, apa beli jas? Alhamduliilah, ternyata ampe begitu kerenya anggota dewan kita.Besok-besok korupsi nie?

  16. Sungguh “Terlaalu…..terlaaaaaaaaaaaaaalu…… wakakakkakak
    Apa bedanya Musibah Situ Gintung, Tasik dan Sumbar…???
    Kalau sewaktu Situ Gintung Jebol Banyak banget tuch politikus yg berkunjung sekalian pasang bendera partai… bandingkan dengan Tasik dan Sumbar…???
    penyebabnya adalah “Sebelum dan seudah” heeeeeeee

  17. Saya termasuk orang yang sudah tah begitu percaya lagi dengan “wakil rakyat”

    Kadang dan sering bukan mewakili rakyat tapi mewakili diri, kelompok dan partai.

  18. Sebelum terjadi gempa di Sumbar, anggota Dewan itu sudah menyiapkan diri untuk pelantikannya dengan biaya yang sangat besar. Mereka menginap di hotel mewah, padahal konon 60% dari mereka itu punya rumah di Jakarta. Sementara di tempat yang tidak jauh dari Senayan , korban gempa sedang hidup menderita di tenda-tenda di Jawa Barat, anak-anak sekolah belajar di tenda juga. Mereka saat ini seharusnya UTS, juga tidak bisa. Belum lagi kurang air bersih dan serangan penyakit.

    Sementara ketika pelantikannya gempa di Sumbar sudah terjadi. Entah apa yang ada di pikiran mereka. Mungkin hanya memikirkan gajinya saja untuk mengganti biaya kampanye.

    Quo Vadis Indonesia ?

  19. speechless…

  20. yang jelas dari kajadian ini menunjukkan bahwa wakil rakyat bukanlah wakil rakyat yang sesungguhnya. mereka hanya mewakili diri dan keluarga mereka sendiri.

    saya bersyukur, saya tidak turut memilih mereka…

  21. Terimakasih saya sampaikan pada semua pengunjung yang sudah kasih komentar pada post ini. Hanya saja saya heran, kok tanggapannya secara umum seragam, ya?
    Yang pasti ini bukan provokasi, lho.

  22. ya betul, saya malah mendukung langkah presiden ini sebagai bentuk empati terhadap rakyatnya. salut..meskipun pemilu kemarin saya tidak sempat memilih he..he..he..

  23. setuju …
    kalau perlu pelantikan diadakan di atas puing, biar mereka merasakan penderitaan saudara-2 kita ( atau mungkin bukan saudara mereka maka meraka tdk peduli ?)

  24. Hm saya terprovokasi nih … he he he baru dipilih kok sudah doyan seremoni … gimana nanti kalau kunjungan kesana-kesini …

  25. Kita doakan saja mereka, agar jangan sampai mewarisi moral dan akhlak senior2 mereka di DPR

  26. kunjungan balasan… salam hangat mas..

    mai sama-sama doakan semoga para dewan yang terhormat benar-benar menunjukkan jati dirinya sebagai YANG TERHORMAT dengan cara memberikan dukungan nyata terhadap rakyat bumi Andalas yang juga telah ikut andil mempercayakan suaranya untuk mereka, sehingga mereka bisa duduk di kursi dewan nan empuk dan hangat😀

    salam hangat mas

  27. sampai sekarang pemilihan wakil ketua mpr dari wakil daerah masih menyisakan masalah..
    sungguh memprihatinkan..

  28. Owh, nggak dateng ya?😉

    Saya kemana aja nih, sampe berita nggak ngikutin…

  29. hmm…. bukan suuzon atau curiga, pak mursyid. saya malah berpendapat, bencana yang terjadi itu satu paket dengan pelantikan wakil rakyat yang berbiaya mahal itu. bisa jadi sebuah teguran dari Sang Pencipta agar para wakil rakyat mulai meninggalkan gaya artistokrat dan keglamoran dalam melakukan agenda. bahkan harus inget kembali kepada rakyat yang telah memberikan amanat kepada mereka.

  30. Ada2 aja kelakuan anggota dewan yang terhormat.

  31. mereka hanya bisa teriak intrupsi…intrupsi..untuk menunjukkan keeksisannya

  32. ya gpp sih mang lebih baik ke padang dari pada dengerin intrupsi…

  33. Mesthine nek dho maca tulisan iki bakal kisinan angdew kui yo pak?😆

  34. Manstaaaaaaaaaaaaabbbbbbbbbs link sudah di adds

  35. Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  36. wis lupa mas .. mereka duduk di situ karena dipilih siapa ..
    rasa sosial ? rasa kemanusiaan ? sepertinya itu urutan kesekian .. karena ada urusan yang lebih penting yaitu urusan/kepentingan pribadi/golongan ..
    sangat memprihatinkan ..

    Iklan Gratis

  37. seharusnya mereka punya hati untuk tdk bersenang senang diatas penderitaan org lain

  38. menyedihkan,,disisi satu tertawa riang,,disisi lain menangis kehilangan hidup

  39. kalo ngomongin pemerintah, kyknya ga bakalan ada abisnya..😀

  40. wakil rakyat itu emang pada gak bisa berpikir jernih semua!

  41. hahaha .. itulah potret negara kita,
    jangankan yang diatas, yang dibawahpun sibuk mencari ‘tambahan’…

  42. Yaa. kita berprasangka baik aja lah. Toh yang gak dapat kursi masih tetap peduli. Yang dapat kan lebih dikit daripada yg kagak. termasuk tetangga kite ya gak kang….haahhahhaaa.
    Kita yakin saja, mereka toh pernah peduli sebelum jadi. Lupa lima tahun asal gak mati dijalan kan bisa tobat.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: