Nikmatnya Tidur di Bulan Puasa

Bulan Ramadhan sungguh bulan penuh berkah yang sangat istimewa. Setiap muslim pada bulan ini menjadi sedemikian toleran dan permisif. Bahkan, konon tidur di bulan puasa pun berpahala.tidur

Foto pada post ini bukan rekaan. Foto Ini saya ambil dengan ponsel di sudut belakang ruang kelas saat saya mengajar pada jam ke empat (habis istirahat). Seperti biasa, sebelum mengawali pelajaran saya terlebih dahulu memberi salam (assalamu’alaikum …) pada siswa. Saya heran ketika saya dapati sebagian siswa nampak sedang menahan tawa. Sayapun jadi salah tingkah, ada apa dengan saya, ya? Kemudian secara spontan sayapun berbalik membelakangi siswa sambil melihat ke arah celana saya (karena pernah kejadian saya lupa menutup resleting celana sehabis dari toilet). Tak lama kemudian seorang siswa nyeletuk, “Pak, ada yang tidur. Tuh di lantai belakang.” Saya pun kemudian menengok ke bagian belakang ruang kelas untuk memastikan siapa yang sedang tidur dan berkata, “Biar, biarkan saja, jangan dibangunkan. Allah sedang memberi nikmat berlebih pada dia. Biarkan dia nanti terbangun dengan sendirinya. Kita yang sedang tidak tidur mari tetap belajar. Insya Allah belajar kalian pun berpahala.”

Dua jam pelajaran telah berlalu, pun siswa yang sedang tertidur tadi masih terlelap dalam kepulasannya.

Menjelang pulang, sambil tergopoh-gopoh siswa tersebut kemudian menemui saya dan berkata, “Maaf, Pak. Tadi saya tertidur.” Saya jawab, “It’s alright. Kita mesti bersyukur karena masih berkesempatan berjumpa bulan puasa.”

13 Tanggapan

  1. Masya Allah, Pak Guru yang baik hati.
    Semangat terus…

  2. Ass, salam ukhuwah.. Subhanallah ini yg punya blog Pak Guru tho? Salut deh!! Nice blog Pak!

  3. guru yang bijak,,,,, salut….. jadi kepingin sekolah lagi….

  4. Semoga yang benar-benar tertidur hanya seorang. Jika 10 orang saja yang ngantuk dan dibiarkan, pasti sekolahan berubah menjadi pusat tidur serba siswa. Ha..ha..ha.

    Pak Guru sungguh bijak, namun jangan ditolerir lagi ya pak lain kali.
    Salam hangat dari Surabaya

    • @ Pakde Choliq:
      Kalau siswa yang tidur ada 10, gurune ikut tidur sisan wae. He he he
      Makasih dhe cholik yang terkenal dah kersa mampir di blog jadul ini.

  5. Wah, Pak Guru ini adalah seorang guru yang bijaksana. Saya sungguh salut pada Pak Guru. Semoga saja murid Pak Guru akan merasa bangga memiliki guru seperti anda. Salam kenal. Terimakasih telah mampir ke blog saya

  6. Ass.

    Nikmatnya tidur di bulan puasa … karena gurunya bijaksana.

    Nah, kalau yang ini, “(karena pernah kejadian saya lupa menutup resleting celana sehabis dari toilet” …. perlu hati2 dan semoga tidak terulang kembali *sambil senyum2*

  7. Senang rasanya berjumpa dan membaca postingan dari Pak Guru….
    Tidurpun menjadi amal ibadah bila dilakukan bulan puasa

  8. wah jawaban pak guru sangat bijak ternyata…salut saya….teringat guru2 saya waktu masih smsp sma…hehehe..

    btw, tadi pagi saya juga tertidur cukup lama, sampai jam 10-an…semoga digolongkan obadah ah..amin!. maklum tidur lama, kan dah liburan

    salam kenal, by nurrahman😀

  9. Blogwalking….salam kenal ea kang…

  10. wah,, coba pak guru ngajar saya,,, beruntunglah saya yang tukang tidur di kelas ini,,, hhe

  11. @Daoz:
    Kalau di hari biasa tidur, ya siap saja kalau harus ndak tidur semalaman ngerampungin tugas yang saya hadiahkan.

  12. jiahh,,, ga taunya remisi cuma buat di bulan puasa doang ternyata,,, hhe,, but no problem sir,, that’s a wise attitude,, waktu saya sekolah dulu mah,, mau bulan puasa apalagi bulan biasa,, no compromise to sleep,,,

    yoi, sir… keep spirit mencerdaskan putra putri bangsa…

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: