‘To Be or Not To Be’ Datang Bertubi-Tubi

Jika anda penggemar sastra tentu ‘to be or not to be’ bukan lagi merupakan istilah/ungkapan asing. Istilah yang digunakan oleh seorang sastrawan besar, William Shakespeare , pada Hamlet-nya ini adalah sebuah ungkapan yang menggambarkan suatu keadaan di mana manusia harus menentukan pilihan meski tidak mengenakkan. Begini salah, begitu salah. Maju terjerembab ke jurang, mundur diterkam harimau.

Dalam menjalani hidup ‘to be or not be’ adalah problema  yang syarat akan dilema yang sering tidak dapat kita hindari. Dia sering datang tanpa gejala, menguras fikiran dan tenaga, membikin kerut raut muka. Betapapun juga dia bagian dari fenomena dunia yang harus kita jalani dan taklukkan. Sering kita harus berani menentukan salah satu pilihan terbaik dari dua yang sama buruk. Setidaknya kita tidak diam dan berlama-lama hanyut-tenggelam dalam kegamangan.

Maka jangan sekali-kali kita terlalu sombong untuk malas beristighfar, karena sesungguhnya kita manusia yang sering tidak dapat bersembunyi dan menghindar dari dosa.

3 Tanggapan

  1. Setiap kita pasti sering kedatangan to be or not to be…
    Kalau saya, to be = bingung…

  2. Jalan di tempat yang sama dalam waktu yang lama juga ngga bener lho. Jadi to be or not to be = The show must go on…Bismillah, lanjutkan !

  3. @Aini
    You’re just right.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: