Siswa, Guru, dan Pejabat NgeBlog – Mengapa Tidak

Tidak semestinya kita terus membiarkan diri tenggelam dalam keterbelakangan. Dunia yang kini telah terasa semakin kecil terlalu naïf untuk terlalu sedikit kita jelajahi. Perkembangan kecanggihan teknologi komunikasi sudah saatnya kita jadikan alternatif media guna lebih meningkatkan kwalitas diri. Kita harus dapat pastikan bahwa asumsi yang menyatakan kekinian teknologi informasi lebih membawa pada rusaknya generasi adalah tidak benar adanya.

Tak ubahnya dengan sektor lain, sektor pendidikan mau atau tidak tak mungkin berpaling dari kenyataan bahwa kemajuan teknologi informasi komunikasi melalui internet harus dapat dengan positif disikapi. Bahkan, pengelola dan penyelenggara pendidikan sendiri juga harus sepenuhnya berkontribusi untuk senantiasa mendorong dan memberi peluang pada peserta didik untuk lebih berimprovisasi dalam mengambil manfaat dan mengembangkan teknologi yang satu ini.

Salah satu cara aktif, mudah, dan murah dalam mengambil manfaat dari internet ini adalah dengan menggunakan kesempatan dan ruang untuk berlangganan Blog Hosting yang disediakan oleh host provider besar secara cuma-cuma semacam Blogger dan WordPress.

Mengapa Blog? Sudah cukup banyak pemerintah memfasilitasi instansi pendidikan termasuk sekolah untuk memiliki website resmi. Namun, sepengamatan penulis, sebagian besar dari website yang berlabel resmi tersebut jarang sekali di-update. Bahkan tidak sedikit website yang telah online berbulan-bulan tetapi isinya hanya deretan menu yang dibiarkan kosong. Mungkin ini disebabkan oleh label resmi yang disandang karena label ini malah seperti menjadi pembatas dalam berimprovisasi ketika menulis. Hali ini sungguh berbanding terbalik dengan perkembangan blog yang semakin hari semakin banyak digandrungi orang. Jika memang demikian halnya, mengapa insan pendidikan tidak lebih memanfaatkan blog yang lebih bersifat personal? Mengapa tidak siswa, guru, bahkan pejabat instansi  pendidikan nge-blog?  sehingga jalinan interaksi antar mereka lebih terkesan mutual personal, mesra, dan saling terbuka, bukan harus selalu formal. Jika keterbukaan dan ketulusan yang mengemuka, bukankan ini indikasi baik menuju keberhasilan komunikasi yang pada ujungnya menopang keberhasilan yang lebih universal?

16 Tanggapan

  1. sepertinya dunia pendidikan indonesia sulit sekali berjaya di dunia maya…..

  2. Saya memahami mengapa p muji berkomentar seperti itu. Tetapi saya juga yakin bhw dibalik komentar njenengan disana ada secercah harapan.

  3. ya, blog ibaratnya sebuah warta dan penyaluran dari isi hati seseorang. Sebuah keterbukaan yang independen. Salam walau perut kosong dari Surabaya

  4. Saudara Lukito yang punya blog keren sudi mampir lagi di blog ini.Justru karena perut kosong mestinya ide yg keluar murni tanpa embel2. Salam!

  5. Kunci pertama adalah menyukai terlebih dahulu…
    Tanpa didasari rasa suka, paling2 registrasi terus blognya dibiarkan rungkut…

  6. Bener dhe Mars, suka memang modal utama. Tadi pagi saya habis presentasi persiapan akreditasi di sekolah. Di sela-sela kegiatan itu saya tampilkan dengan LCD Projector Blog sekolah yg tanpa sepengetahuan pihak sekolah telah saya publish sejak Februari 2009. Teman2 guru dan karyawan nampak terkesima melihat foto-foto mereka yang saya pampang di blog melalui slight.com. Mereka juga tidak menyangka bahwa segala peristiwa selama kurang lebih 6 bulan ini berhasil saya rekam dan dokumentasikan dengan runtut di internet.
    Semoga ini menjadi awal yang baik.

  7. Assalamu’laikum wr. wb.

    Betul Pak, blog ini sangat penting untuk dimanfaatkan di dunia pendidikan. Saya pun setua ini, walau sangat terlambat, berusaha untuk bisa hadir di dunia maya ini. Karena tanpa dibekali pengetahuan di bidang IT, hasilnya tidak memuaskan, seperti yang Bapak lihat .

    Semoga dengan banyak bertemu dengan sesama guru, saya bisa belajar lebih banyak tentang blog ini,

    Sukses selalu .

    Terima kasih sudah mampir ke Cianjur.

    Wassalam.

  8. @ Pak Abdaz
    Cianjur???
    Salam untuk saudara di Jawa Barat yang tengah didera bencana. Semoga tetap tawakal. Di balik setiap peristiwa selalu dikandung hikmah yang lebih besar.

  9. Berdasarkan pengalaman saya, Blog, mampu meningkatkan; minat baca, ketrampilan menulis, ketrampilan berpikir kritis dan di masa yang akan datang mampu mengurangi limbah kertas.

    Ngeblog juga mampu mengurangi dampak negatif internet/dunia maya.

    Sudah waktunya setiap siswa memiliki satu blog.

  10. Tugas kita semua untuk mengajak teman lain ngeblog…

  11. He he. Saya bisa bayangkan seperti apa terkesimanya bapak ibu guru saat blog smp 1 karangdadap ditayangkan. Apalagi banyak yg blm tahu dg keberadaan blog tsb.

    Selamat pak mursyid. Salut dg kiprahnya. Blog ini dan blog smp 1 karangdadap senantiasa saya pantau. Banyak info yg saya dapatkan, termasuk misalnya, saya baru tahu bu masruroh punya blog.
    Sekali lagi selamat dan sukses.

  12. Biasa, penyakit malas. He he

  13. Guru saja masih buanyak yang gak kenal dengan blog, kok.

    salam kenal

    • Makanya harus terus didorong. Asal sekolah memfasilitasi akses internet unlimited untuk siswa dan guru, saya yakin hal ini bukanlah hil yang mustahal. Tentunya alon-alon and bertahap.

  14. sipp gan ma kasih ya atas infonya, n jangan lupa berkunjung ke blog saya ya!!!!

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: