Renungan Ramadhan: Siksa Kubur Benar Ada

Sesaat setelah berbuka puasa istri saya berkata, “Mas, bukakan youtube. Kata teman saya di sana ada video yang layak kita simak, tentang kisah nyata siksa kubur.” Siksa kubur? Ih ngeri didengarnya. Akhirnya saya, istri, dan anakpun bersama-sama menyimak video tersebut. Semuanya terdiam, sambil sesekali saling menatap. Astaghfirullahaldzim! Entah telah berapa banyak aku berbuat dosa.

Untuk berbagi, sebagai bahan perenungan dan saling mengingatkan, silahkan simak video di bawah.

5 Tanggapan

  1. Pertama lihat gambar videonya “ngeri” sangat bagus untuk renungan dan pengingat.

    Salam dari Imam jogja, salut buat guru” yang suka “ngeblog” seperti pak mursyid.

  2. “Ya Allah, berilah keselamatan pada badanku. Ya Allah, berilah keselamatan pada pendengaranku. Ya Allah, berilah keselamatan pada penglihatanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali Engkau.”

  3. Koyo lagune Ida Laela Mas…

  4. Semoga aku tidak mengalami siksa kubur🙂

  5. Al-Faqih berkata bahwa Abu Ja’far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Bahwa orang mukmin itu apabila diletakkan di dalam kuburnya maka kuburnya itu dilapangkan 70 hasta, ditaburi harum-haruman dan ditutup dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Al-Qur’an maka apa yang dihafalnya itu menerangi seluruh kuburnya, dan apabila ia tidak hafal, maka ia dibuatkan cahaya seperti matahari di dalam kuburnya. Ia bagaikan pengantin baru yang tidur dan tidak dibangunkan kecualioleh isteri yang sangat dicintainya. Kemudian ia bangun dari tidurnya seakan-akan ia belum puas dari tidurnya itu.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: