KUNJUNGAN MAHASISWA JEPANG DI KABUPATEN PEKALONGAN

Kunjungan Miki Inagaki di TPK Karangdadap

Kunjungan Miki Inagaki di TPK Karangdadap

Miki Inagaki (berbaju putih), demikian nama seorang gadis muda Jepang bergelar Master of International Development, pada pertengahan bulan Maret 2009 berkunjung ke Kabupaten Pekalongan untuk meneliti keberhasilan pelaksanaan program REDIP-JICA di Indonesia. Gadis lemah lembut yang kini sedang menyelesaikan pendidikan S3-nya di Universitas Takushoku Jepang memang pantas diacungi jempol, karena pada usia yang masih sangat muda (26 tahun) sebentar lagi akan menyandang gelar Doktor.

Didampingi oleh Pengawas Sekolah – Pak Sutarman dan Pak Narimo pada kunjungannya di TPK Karangdadap (Senin, 23 Maret 2009), Miki yang ditemani Esti (Mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jepang – sebagai interpreter/penerjemah) menanyakan banyak hal mengenai pelaksanaan Kegiatan di TPK Karangdadap semasa dibiayai dana hibah dari REDIP-JICA. Pertemuan yang diawali dengan sambutan Camat Karangdadap selaku ketua TPK dan dihadiri oleh seluruh anggotanya beserta beberapa guru dari SMPN 1 Karangdadap, SMP NU Karangdadap dan SMP Islam Pegandon, pada intinya sangat menghargai dan berterimakasih pada pemerintah Jepang yang telah ikut peduli akan pendidikan di Indonesia.

Sejak awal diluncurkannya proyek bantuan REDIP ini, telah ditegaskan bahwa sejumlah dana hibah yang diberikan Jepang hanyalah merupakan dana stimulan yang tujuannya hanya merupakan pancingan agar pemerintah daerah dan masyarakat setempat lebih peduli terhadap pendidikan. Hal ini ditunjukkan pada setiap kegiatan yang dibiayai REDIP selalu menyebutkan harus ada dana pendamping untuk menopang kelancaran pelaksanaannya.

Ketika Miki bertanya mengenai kendala/masalah yang dihadapi selama diluncurkannya proyek bantuan dari REDIP-JICA, pihak TPK dan Sekolah jawabannya seragam, yaitu bahwa dana yang diperbolehkan untuk diusulkan pada setiap proposal harus selalu untuk membiayai kegiatan (semacam life-skill) dan tidak boleh digunakan untuk belanja barang, sementara itu untuk melaksanakan sebagian kegiatan tidak tersedia sarananya. Kalau saja dari Jepang nanti ada proyek lain semacam REDIP-JICA, kalau boleh usul, berikan/bawakan saja kita beberapa produk Jepang (jangan berupa uang), misal; computer. Yang ini jelas pasti hasilnya.

Beberapa waktu yang lalu REDIP-JICA telah selesai dan lahirlah istilah REDIP MANDIRI yang pendanaan kegiatannya bersumber dari Pemerintah Daerah. Tetapi sayang, dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Daerah setelah beberapa saat berjalan kini tidak jelas kelanjutannya.

Khusus TPK Karangdadap memang sedang merancang kelanjutan kegiatan REDIP secara mandiri di tingkat kecamatan, meski tanpa bantuan dana dari pemerintah daerah. Langkah bagus! Tetapi harus dirancang sedemikian rupa sehingga penggalian dana untuk membiayai pelaksanaan kegiatan tidak terlalu membebani sekolah yang nota bene anggarannya pas-pasan.

Katanya, 80% penduduk Jepang berpendidikan S1. Kalau Indonesia?

Semoga semakin jaya Indonesiaku. Dengan komitmen kuat suatu saat kita pasti dapat berbuat lebih dari yang Jepang lakukan terhadap kita.

Anyway, thank you, Japan!

7 Tanggapan

  1. Mas, emailmu iku opo? Aku sedang mensinergikan Klub Guru dengan Komed. Mabok Sampeyan melu cawe-cawe ngurusi Klub guru di Pekalongan ya Mas?Mendirikan di sana. Mas Teguh juga. Kumpulkan guru2 yang melek IT mulai dariSD-SLTA yang mewakili komunitas seperti gupres seperti jenengan, PGRI, MGMP,Pemandu, KOMED, FIG, dll. Pemerhati pendidikan juga boleh bergabung. Sing penting orangnya mau tulus berbagi tur nak iso hebat kaya njenengan. Korwil eks karesidenan Pekalongan mas A. Fauzan, tapi masih pasif.
    Ben manteb kunjungi http://www.klubguru.com dan http://www.jatengklubguru.com.
    Aku dah email mas zulmasri untuk gabung. Link ke blog ini aku dapat dari sana.
    Mas Siswanto juga berada di KGI Jateng di bagian Multimedia.
    Aku diemail ya mas. Terus sampeyan join milis KGI pusat dan jateng. Kirim wae email kosong ke alamat jatengklubguru-subscribe@yahoogroups.com dan klubguruindonesia-subscribe@yahoogroups.com.

  2. Sugeng pepanggihan mas Mampu. Dah lama nggak ketemu. Kapan-kapan aku pasti nggabung ke klub guru.
    Emailku: mmursyidpw@yahoo.com

  3. Saya dapat email tentang KGI dari Pak Mampuono. Bagaimana Pak Mursyid?

  4. Salam kenal kembali Pak Mursyid…
    Weh, ternyata mahasiswi Jepang ada yang “nyasar” sampai Pekalongan ya.
    Sekolah saya juga dijadikan pangkalan guru dari Jepang, hasil kerjasama dengan Japan Foundation Jakarta.
    Lumayan, setahun mangkal di sekolah saya, tanpa biaya dari sekolah.

  5. ada gak ya mahasiswa jepang yang namanya maria ozawa ikut ke sekolah ini?
    btw, seneng aja sih baca kabar baik dari sekolah-sekolah lain, sapa tahu tahun depan kena sekolah kami

  6. Ndak ada yang namanya MARIA OZAWA, pak.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: