TUNJANGAN PROFESI GURU DIHENTIKAN?

Para guru kemungkinan tak bakal bisa menikmati lagi tunjangan profesi. Bahkan guru yang selama ini sudah menerima tunjangan itu berkemungkinan diminta mengembalikan melalui pemotongan gaji secara bertahap.

“Semua itu tertuang dalam surat Menteri Keuangan Nomor S-145/MK 05/2009 tentang Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen PBS/ Non-PNS pada Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama,’’ kata Ketua Umum PGRI Dr Sulistiyo MPd, di sela-sela seminar regional bahasa Jawa di IKIP PGRI, kemarin.

Dalam UU Nomor 4 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen disebutkan guru akan diberi tunjangan profesi. Ketentuan lebih lanjut tentang tunjangan itu, kata Sulistiyo, diatur dalam peraturan pemerintah.

Dia menuturkan dalam surat itu dikemukakan sambil menunggu penyelesaian peraturan pemerintah dan peraturan Presiden sebagaimana usul Menteri Agama melalui surat bernomor SJ/812/ KU.00.2/ 2009 tertanggal 3 Februari, Menteri Keuangan menyetujui pembayaran tunjangan sesuai dengan ketentuan. “Namun ketentuan itu sangat meresahkan,’’ keluh dia.

Merusak Kepercayaan

Sebab, bila sampai Juni 2009 peraturan pemerintah aau Presiden belum ditetapkan, pembayaran tunjangan profesi guru PNS/non-PNS pada Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama untuk sementara dihentikan. “Lebih parah lagi, tunjangan yang telanjur diterima diminta dikembalikan melalui pemotongan gaji secara bertahap,’’ katanya.

PGRI, ujar dia, sangat menyayangkan isi surat itu. Sebab, hal itu akan merusak kepercayaan para guru kepada pemerintah. Namun dia mengimbau para guru tetap tenang dan tidak terprovokasi.

PGRI sudah menempuh beberapa langkah untuk memperjuangkan nasib guru. “Termasuk, meminta peraturan Presiden segera diterbitkan.’’

Dia juga sudah konsultasi dengan Menteri Sekretaris Negara. Demi memenuhi usulan PGRI, Menteri berjanji peraturan Presiden akan selesai sebelum Juni 2009.

“Jadi sambil menunggu peraturan Presiden, tunjangan itu tetap harus dibayarkan. Termasuk tunjangan profesi bagi guru agama di bawah Departemen Agama,’’ kata Rektor IKIP PGRI Semarang itu. (H31-53)

Dikutip dari harian Suara Merdeka, 28 Maret 2009.

Semoga berita ini tidak membuat kita, guru Indonesia, hilang semangat.

Kalau hal penghentian pemberian tunjangan ini benar adanya, sungguh betapa bangsa ini berdosa karena telah mempermainkan guru dan semoga mereka, para penentu kebijakan, segera memperoleh hidayah.

3 Tanggapan

  1. Pak Presiden, tolong SEGERA diterbitkan “PERATURAN PRESIDEN tentang Tunjangan Profesi Guru” sebelum bulan Juni 2009 atau segera terbitkan “PERATURAN PEMERINTAH tentang Tunjangan Profesi Guru”
    Guru berperan besar terhadap masa depan bangsa.

  2. artinya…pemerintah belum siap sesuatu sudah mengeluarkan keputusan
    kalau disuruh mengembalikan….nanti dulu, perlu ada konggres blogger guru

    • Tenang wae, Pak. Pokoke sapa wae sing mempermainkan guru bakale kuwalat.

      Tapi saya yakin pemerintah punya karep bagus. Insya Allah.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: