Unjuk Rasa: Tinjauan dari Sudut Pandang Edukasi

Pengertian — Unjuk rasa atau demonstrasi (“demo”) adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Unjuk rasa umumnya dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang menentang kebijakan pemerintah, atau para buruh yang tidak puas dengan perlakuan majikannya. Namun unjuk rasa juga dilakukan oleh kelompok-kelompok lainnya dengan tujuan lainnya. (Wikipedia)

de·mon·stra·si /démonstrasi/ n 1 pernyataan protes yg dikemukakan secara massal; unjuk rasa (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

de•mon•stra•tion / noun

(also informal demo especially in BrE) [C] ~ (against sb/sth) a public meeting or march at which people show that they are protesting against or supporting sb/sth: to take part in / go on a demonstration to hold / stage a demonstration mass demonstrations in support of the exiled leader anti-government demonstrations a peaceful / violent demonstration (Oxford Dictionary)

Unjuk Rasa Edukatifkah? — Memang unjuk rasa sebagai cara menyampaikan pendapat adalah hal yang biasa dalam negara yang menganut demokrasi. Namun, etika tetap harus dijaga. Pengunjuk rasa harus berangkat dari niat baik demi kemajuan bangsa dan negara, karena bagaimanapun juga unjuk rasa merupakan elemen dari demokrasi guna mengemukakan pendapat, bukan memaksakan kehendak. Unjuk rasa harus menjunjung etika dan tidak boleh melakukan kekerasan. Unjuk rasa, apalagi dengan jumlah massa yang besar, tak harus menimbulkan ketakutan dalam diri warga lainnya. (inilah.com) Tetapi siapa yang berani menjamin keadaan bisa terkendali seperti itu? Sebab pada kenyataannya yang terjadi lebih sering sebaliknya.

Pada setiap kegiatan unjuk rasa, kata-kata kotor seakan menjadi lagu wajib yang harus dinyanyikan dengan penuh semangat sebagai media guna mencaci maki, menghasut, bahkan tidak jarang memprovokasi sehingga berujung pada anarki. Jika sudah demikian, pelajaran demokrasi, akhlaq, dan budi pekerti yang diajarkan di sekolah seolah sama sekali tak lagi berarti. Sungguh mengherankan dalam keadaan seperti ini masih saja ada orang berucap “Inilah Pendidikan Politik!”

Yang tidak kalah mencengangkan fenomena demonstrasi/unjuk rasa ini selain di Perguruan Tinggi kini juga marak terjadi di lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan formal  tingkat menengah – SMA dan atau SMK. Sekolah yang mestinya menjadi pusat berkembangnya budaya positif berubah menjadi ajang artikulasi kata-kata yang teramat jauh dari kategori santun.

Dari argumentasi yang sedikit dan sederhana ini saja dapat disimpulkan bahwa demonstrasi/unjuk rasa yang sering terjadi di negeri ini jauh dari dapat dikatakan mendidik/edukatif dan yang perlu kita bersama khawatirkan adalah fenomena buruk ini kian menguat dan secara perlahan menjadi bagian dari kultur yang kemudian  melekat sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Sempurna senantiasa membimbing kita semua.

Sumber Foto: Google

About these ads

56 Tanggapan

  1. Artikel yang sangat bermanfaat…

  2. unjuk rasa adalah demonstrasi…
    dulu yg saya tau demonstrasi itu ya demo memasak…hehehe..
    maklum saya ini ga begitu faham makna sebuah demonstrasi…
    kunjungan di pagi buta…

    salam, ^_^

    • Anda tidak salah, mas Didien. Kata demonstrasi mengandung makna begitu juga. Hanya dlm post ini yang sy angkat yang mengandung makna Unjuk rasa yang melibatkan banyak massa.

  3. menurut saya segala tindak kekerasan yg mengatas namakan demokrasi adalah merupakan wujud demokrasi yg salah arah. Prihatin atas semua itu…semoga Indonesia damai dalam demokrasi yg sehat

  4. maka demo yang santun layak ditiru, sedang demonstrasi disertai dengan kerusuhan justru menodai makna demonstrasi itu sendiri

  5. unjuk rasa itu katanya pro rakyat. tapi tidak sedikit fasilitas2 milik rakyat yang rusak (baik itu disengaja atau tidak) akibat kegiatan unjuk rasa ini. rakyat mana coba yang setuju kalau miliknya dirusak seperti itu??

  6. pelaksanaan unjuk rasa sudah mengalami distorsi yang sangat parah, tidak murni lagi dalam menyampaikan perasaan hatinya.
    adanya cuma balas dendam, dan otomatis sifat2 dendam yg ditunjukkan kepada pihak lain.

  7. Unjuk rasa muluk ya? Bosen dengernya,hehe..

  8. Subhanallah…..melalui komentar ini kami mengajak sahabat untuk bergabung di aggregasi web kami,cukup memasang banner kami,insya Allah setiap sahabat posting terbaru akan muncul di web kami..syukran

  9. Demonstrasi yang terjadi saat ini sudah tidak bisa lagi dikatakan sebagai sebuah contoh penyampaian pendapat yang edukatif di negara kita, sangat miris melihat kenyataan yang ada…Apa mungkin hal itu salah satunya karena tidak terdapat aturan yang baku terkait dengan kegiatan demonstrasi ini??

  10. Mengapa kalau mereka anarkhi kok harus mengatasnamakan mahasiswa ya
    bukan lagi nila setitik, tapi sudah mulai menjadi nila sebelanga
    mereka adalah calon pemimpin negeri ini, akankah mereka nanti juga akan menjadi pemimpin-pemipin yang anarkhi?
    selamat berdemo tapi yang elegan sebagaimana predikat yang disandang

  11. no komen dah,,,,
    tapi salam kenal aja… :D

  12. Unjuk rasa bisa jadi unsur edukatif bisa jadi juga justru jadi unsur destruktif, tergantung bagaimana dan dari mana kita melihat sebuah unjuk rasa.

    Unjuk rasa bisa jadi merupakan ungkapan kekecewaan di atmosfir demokrasi yang patut dihargai. Edukasi juga bisa muncul manakala kita mengajarkan bahwa unjuk rasa tidak boleh dengan kata-kata kotor, pemakian apalagi pemaksaan kehendak secara sefihak, melakukan kekerasan dan merusak properti orang dan umum…

  13. Setelah reformasi 1998, unjuk rasa tampaknya telah menjadi hobi baru dari sebagian masyarakat di negeri ini.
    Hanya sayang kadangkala masih diwarnai dengan tindakan anarkis, yang justru dapat mencederai niat dan tujuan dari unjuk rasa itu sendiri.

  14. unjuk rasa memang kadang kala diperlukan, terutama peranannya untuk menetralkan, mengingatkan, meluruskan, atau menyampaikan aspirasi. Tetapi tidak dengan anarkisme. Unjuk rasa dengan kekerasan? Orang akan kehilangan simpati terhadap mereka, bagaimana suara mereka mau didengarkan jika mereka tidak mau mendengarkan suara dari orang lain.

  15. Unjuk rasa menuntut perubahan yang lebih baik tidak sepantasnya anarkis, merusak fasilitas umum dan merugikan masyarakat yang akhirnya menodai tujuan perubahan yang baik tersebut

  16. Unjuk rasa yang ada sekarang sudah tidak lagi mendidik, tidak ada unsur edukasinya sama sekali ( edukasi yang baik, kalau edukasi yang buruk banyak ), bahkan seperti kata guskar demonstrasi kita sudah mengalami distorsi yang parah.
    Apa yang diperjuangkan jika ternyata peserta demo dibayar, jika benar itu hati nurani rakyat yang bicara, tanpa dibayarpun orang akan dengan senang hati melakukan unjuk rasa.

  17. Edukasinya Nol besar Kang,
    saya malah mendapatkan informasi dari teman-teman, rata-rata mereka dibayar Rp. 50.000,- setiap kali demo, sebagai anak kost angka tersebut cukup lumayan untuk mendapatkan tambahan.

  18. wah unjuk rasa 5 tahun jadi mahasiswa gak pernah sklipun unjuk rasa hehehhe



    Berkunjung Dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih :D

  19. Jadi ingat dulu pernah ikut unjuk rasa :) … Untungnya unjuk rasa yg santun :D

    • Unjuk rasa sebaiknya dilakukan sebagai langkah terakhir setelah berbagai macam negoisasi mentok/gagal. Itu pun seharusnya dilakukan dengan santun. Saya kira kita sepakat mengenai hal ini.

  20. kalau menurut saya unjuk rasa akhir ini jadi cuma ajang ‘cari perhatian’ yang berlebihan, kurang santun, dan brutal … (tapi itu mungkin salah satu cara agar aspirasi sang pendemo bisa diperhatikan) … untuk demo yang sampai merusak fasilitas umum jelas saya sangat tidak setuju

  21. Hangat dan bermanfaat

  22. Manusia terkadang alpa, maka harus saling diingatkan.. Tapi ingatkanlah dengan cara yang baik..
    Lebih baik berkaca pada diri sendiri dulu deh.. Apakah kita sudah berbuat banyak bagi bangsa ini atau belum, lakukan dari diri sendiri dulu, dalam hal sekecil apapun…

  23. saya sendiri malah kurang menyukai adanya unjuk rasa semacam ini pak. entah bagaimana kurang menyukai caranya aja gitu, tapi saya sendiri belum meiliki konsep yang lebih baik dari unjuk rasa itu sendiri untuk mengambil perhatian wakil kita di atas sana.. T.T

  24. Maklum, bangsa kita masih dalam taraf mengendalikan emosi, karena masih beratnya beban hidup yang harus ditanggung sehari-hari.

  25. Ngeri juga ya kalau melihat demo seperti itu !
    dan saya yakin para pendemo itu tahu kok dampaknya.
    Ya kadang-kadang masyarakat geram …….. sangat tergangguuuuuuuuu

  26. Unjuk rasa semacam latihan berantam…
    Yang di lawan kok aparat….
    kena jitak marah,,,kalo ngejitak aparat meneng ae
    Jadi ?? :P :P

  27. Selamat weekend Pak..moga gak adayang unjuk rasa hari ini

  28. Unjuk rasa merupakan bagian dari demonstrasi. Namun jika unjuk rasa tanpa tahu tujuannya, hanya ikut2an..bahkan melempari aparat dengan batu, kayu dsb nya, sebagai masyarakat saya malah jadi ‘eneg”. Mahasiswakah itu? Apalagi jika tampangnya udah tua2…karena rata2 umur 22 tahun anak sekarang, yang kecerdasannya standar sudah lulus S1.

    Dan polisi yang jaga masih muda-muda, terutama yang bagian di depan..mereka lulusan SMA, tak bisa melanjutkan kuliah karena tak ada biaya dan terpaksa bekerja..mungkin punya adik atau ibu yang harus dibiayai. Dengan umur semuda itu, wajar jika mudah tersulut amarahnya jika diejek mahasiswa.
    (saya pernah mendengarkan saling ejek dari yang menamakan mahasiswa ini saat ada demo di jl. Sudirman..).

    Selayaknya kita semua saling menghargai orang lain..demo juga bisa dilaksanakan tanpa merusak atau menghina orang lain.

  29. Ya unjuk rasa atau demo yang baik gak masalah aku kira

  30. Demo, prodok dari barat, bukan dari Islam, bagi yang mengaku Islam jangan berdemo, orang yang berdemo kalau disuruh ngganti yang didemo belum tentu pecus.

  31. saya rasa itu sangat tidak manusiawi dan tidak intelek, rata2 yg demo mahasiswa yg katanya berintelektual tp kok bisa mengeluarkan kata2 makian, cacian, nyanyian yg menghujat, dll. mungkin itu adalah salah satu wujud kekecewaan terhadap pejabat yg tuli, tp sebenarnya itu gak dibenarkan.

    semoga bangsa ini bisa lebih baik lagi.

  32. Saya juga heran. Makin lama koq bangsa ini doyan banget demonstrasi. Dikit-dikit demo, dikit-dikit demo. Saya jadi mikir, ni orang2 sebenarnya punya pekerjaan ngga ya? Koq waktu kerja dibuat demo. Nah, jadinya timbul kesan negatif, kalau mereka itu dibayar.
    Demo itu memang baik, kalau tujuan aslinya baik. Menyuarakan pendapat kan hak semua orang, namun kenyataannya ada saja pihak2 yang menyetir kepentingannya sendiri dan menunggangi aksi demonstrasi.
    Setuju, demonstrasi di negara ini tidak mendidik. Sama sekali!

  33. hanya satu do’a untuk negeri ini, semoga masa depan bangsa akan semakin cerah ya Pak

    selamat beraktivitas

    salam hangat

  34. seumur-umur saya blm pernah demo pak… *polos*

  35. unjuk rasa yg penting ga anarkis..trus aparatnya juga ga harus otoriter..

  36. berkunjung lagi pak,,berharap ada tulisan baru..

    salam, ^_^

  37. Yang berlebihan itu memang gak baik.

  38. Kebanyakannya kebablasan … karena kalau sudah berkumpul rame-rame akan sangat rentan tindakan emosional yang kedepan, mudah terpancing …apalagi kalau ada yang provokasi … ndak ada unsur mendidiknya bagi anak-anak …

  39. sepakat untuk postingan ini, pak :)
    rasanya memang demo di Indo akhir-akhir ini jauh dari muatan edukatif yah ..

  40. saya tidak bisa berkomentar dengan unjuk rasa belakangan ini sungguh tak mencerminkan jiwa yang berpendidikan

  41. Pak, bagaiman y saya yang awam ini membedakan antara unjuk rasa (demontrasi) yang Murni dan yang diBeli. Saya liat pada era dewasa ini, dari SD hingga jenjang yang lebih tinggi sudah tidak asing lagi dengan unjuk rasa. Terimakasih . . .

    • Thanks tlh mengunjungi blog ini.
      Unjuk rasa dilakukan sebagai langkah terakhir untuk memprotes kebijakan yang mengandung kontroversi setelah berbagai macam negosiasi mentok/gagal. Contoh unjuk rasa murni misal; karyawan suatu perusahaan melakukan protes bersama menentang kebijakan yang ditetapkan perusahaan secara sepihak dan merugikan karyawan. Contoh unjuk rasa yang dibeli ya kalau para demonstrannya mau melakukan unjuk rasa karena dibayar oleh seseorang.

  42. Assalamualaikum,,,

    Menurut Arief tindakan unjuk rasa itu memang selalu ada (apalagi oleh segerombolan maha siswa pd umumnya)

    Namun kita harus mengambil sisi positif saja dulu,yaah,,,kalau itu bagus untuk kepentingan bersama.Tapi kalau tindakan itu jelas-jelas negatif,lah,,,so pasti kita nggak usah ikutan!

    O ya,Arief tunggu ya komentar untuk cerpen Arief,,,,!!! (^_^)
    Wassalamualaikum,,,,

  43. Setuju…
    Perlu Unjuk rasa perlu etika, jangan sampai menjurus pada unjuk rasa yang anarkis dan merugikan orang banyak.

  44. unjuk rasa seperti itu bikin capek aja. mending hack kantor pemerintah lalu katakan maksud kita. kirim 3000 surat atau spam uat bilang kehendak rakyat. demonstarsi rata-rata ratusan. kalau spam kan bisa ribuan.

  45. Demokrasi yang kebablasan menjadi bumerang bagi kita sendiri

  46. Unjuk rasa, sebenarnya kata rasa itu konotasinya bagus karena menyangkut masalah hati. Namun yang terjadi justru rasa pahit yang menonjol lewat anarkisme. Jadinya ya hambar dan ndak enak :)

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

  47. kuncinya ada di keterbukaan pikiran dan kemauan bercermin diri. berlaku pada siapapun, pemerintah maupun rakyat

  48. setuju banget ma opininya pak….^^ mantaabbzz dech… b*.^

  49. Hai kawan, saatnya blog walking.
    tetap semangat :D 13:13

  50. setuju banget pak, untuk saling mengingatkan supaya tidak kelupaan sama janji2 dan menuju profesionalisme pejabat.

  51. mas makasih y

  52. no coment akhhh…hehe

  53. terima kasih atas ilmunya
    dan minta izinnya Nitip info ya,
    ————————————————
    buah pepaya banyak disukai dari bayi hingga manula.
    murah, mudah, bergizi, antioksidan, lancar BAB
    ————————————————

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 272 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: